Dalem Tambela R. Djayamanggala Pasir Huni Sukaraja. Bupati Sukapura yang Terkena Fitnah

by -

Dalem Tambela R. Djayamanggala Pasir Huni Sukaraja. Bupati Sukapura yang Terkena Fitnah

Kabupaten Tasikmalaya,- Seja mipit Kami amit, Seja menta Kami ngala. Anu bihari ngarundai ciri Kiwari seja diguar eusi. Tamada, bisi neubuk sisikuan bisi nincak larangana, nalika diri nyungsi tambela nyamuni di Pasirhuni..
****
Nyukcruk patempatan sejarah Sukapura yang ada di Desa Janggala Kecamatan Sukaraja, salah satunya Makam keramat yang ada di Pasirhuni , yakni Bupati Sukapura ke-2, R. Djayamanggala ( Dalem Tambela).

Dalam lembaran catatan perjalanan Sejarah Sukapura, Tokoh  yang satu ini  sangat berjasa saat  ditugaskan Bupati Sukapura ke-1 Raden Wirawangsa ( Wiradedaha 1/Dalem Baganjing) untuk menangkap Dipati ukur yang tengah melakukan pemberontakan terhadap Sultan Agung  Mataram.

Dari cerita turun menurun (folkore), terjadi peristiwa dimana saat kembali dari tugas, R. Jayamanggala kena fitnah, menodai salah satu selir  R. Wirawangsa.

Guna membuktikan kejujurannnya bahwa yang dituduhkan tidak benar,
R.Jayamanggala kemudian menikam  jantungnya sendiri dengan senjata pusakanya.

Sebelumnya R. Jayamanggala berpesan, jika darah yang keluar dari tubuhnya berwarna putih,  maka itu berupa fitnah.Dan sebaliknya jika darah yang mengalir dari lukanya tersebut  berwarna merah itu berarti dirinya terkena fitnah. Saat itu juga keluar darah berwarna merah dari tubuhnya. Kemudian Jenazah R. Jayamanggala dimasukan ke Tambela ( peti mati).

Namun saat akan dimakamkan isi Tambela sudah kosong. sejak itu R. jayamanggala diberi gelar Dalem Tambela.

Di Pasirhuni sendiri terdapat banyak makam- makam keramat lainnya diantaranya,Makam Nyi Mas Endang Geulis yang merupakan Putri Rara santang yang bergelar Bunda Ratu Putri Pajajaran yang bersaudarakan
Kian santang, putra Prabu Siliwangi.
Ditempat itu juga terdapat makam R. Jayakarta, pendiri Ibukota Jayakarta yang kemudian berubah nama menjadi Jakarta.

Dikatakan salah satu keturunannya,  Asep Wiguna Wijaya Natakusumah, dilokasi makam Pasirhuni ada  peninggalan sejarah lain berupa batu besar yang konon merupakan tempat pertapaan Presiden RI Pertama, Sukarno.

Asep juga menjelaskan rumor yang berkembang  dimasyarakat tentang keberadaan Pasir huni. Dimana berkembang mitos,  pegawai pemerintahan yang berziarah ke makam R. Jayamanggala akan kena dampaknya, semisal turun jabatan atau dipecat, sehingga makam di pasirhuni jarang yang diziarahi.

” Untuk menziarahi makam eyang Dalem tambela atau berziarah ke makam lainnya, niatnya harus lurus, ”
pungkas Asep.
** ( Rusdianto Mahadewa/Nolduanews.com)