Prospek Cerah Budidaya Ikan Gurame

by -

Antisipasi musim kemarau, petani ikan gurame buat kolam terpal, cantik mungil. Produksi tetap jalan. (Foto : A Zaeni)

Ikan gurame merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki prospek cerah bila dibudidayakan dengan baik. Hingga saat ini ikan gurame banyak diminati masyarakat karena rasanya yang khas, dengan daging tebal dan enak.

Banyak cara budidaya ikan gurame sehingga bisa menghasilkan uang jutaan rupiah. Tidak sedikit petani kreatif menjadi pengusaha sukses dan mampu merubah tatanan hidupnya menjadi lebih sejahtera.

Umumnya budidaya guame yang dilakukan petani di kolam tanah, khususnya di daerah pedesaan. Ada beberapa cara budidaya ikan gurame supaya cepat besar dan cepat menghasilkan uang.

Pangusaha gurame asal Kabupaten Ciamis, A Zaeni mengatakan, peluang usaha budidaya supaya cepat mendapat keuntungan perlu kita perhatikan lokasi kolam. “Lokasi kolam yang baik perlu mendapatkan sinar matahari yang cukup karena ikan gurame memiliki habitat absah di tempat berdataran rendah dengan suhunya sekitar 25 sampai 28 derajat celcius,” ungkap Zaeni.

Setelah lokasi kolam ideal, ungkap Zaeni, Selanjutnya perlu memilih benih ikan gurame yang sehat, yakni memiliki berat minimal sekitar 100 gram atau berumur lebih dari setahun. Dengan meniru sistem tersebut, akan lebih pesat memanen ikan gurame yang siap jual atau panen ketika sudah mempunyai berat rata-rata 500 gram/ekor.

Pengeringan Kolam Hindari Penyakit

Sebelum benih dibudidayakan, petani perlu melakukan pengeringan kolam terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar benih ikan gurame dapat terhindar dari serangan bermacam penyakit seperti jamur dan lainnya.

“Lakukanlah pengeringan kolam selama 10 hari dan berilah kapur pertanian sekira 200 gram per meter persegi. Rendam seluruh kelengkapan yang digunakan untuk budidaya ke dalam larutan kaporit kurang lebih setengah jam, kemudian keringkan,” papar Zaeni.

Dalam kesehariannya, Zaeni di bantu tim ahli budidaya dan petani lainnya yang bergabung pada kelompok usaha “Asang Ringgit Mandiri” di Dusun Nagrog Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Ciamis. Meski kelompok usaha yang diketuai Sugiana masih seumur jagung, namun para anggotanya sudah terbiasa budidaya. Bahkan sudah ada yang puluhan tahun menggeluti usahanya.

Salah satunya, Karli di Dusun Sukamulya Desa Kertabumi. Karli memaparkan, usaha budidaya ikan gurame memiliki peluang besar untuk dikembangkan dari budidaya tradisional, semi modern hingga modern. “Sejumlah investor pun kini membidik kawasan Desa Kertabumi dan sekitarnya, pasalnya, kawasan tersebut dilalui sumber air yang berasal dari irigasi teknis,” kata Karli.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Kertabumi, E. Kuswana mengafresiasi warganya yang melakukan pelestarian ikan gurame yang notabene warisan para leluhurnya itu. Pihaknya merasa bangga pada para petani dan pengusaha muda yang mau berkiprah di usaha budidaya ikan gurame ini.

Pakan Cukup Mengandung Protein

Petugas Penyuluh Perikanan Kecamatan Cijeungjing, Tatang, S.St.Pi., mengatakan, pakan yang baik untuk ikan gurame harus mengandung banyak protein, baik protein nabati maupun hewani. Hal itu sangat dianjurkan karena pakan yang demikian itu akan menentukan sukses atau tidaknya seorang petani dalam budidaya.

Protein hewani merupakan kandungan protein yang bisa membuat ikan gurame cepat tumbuh besar, karena ikan gurame memerlukan setidaknya 25% protein hewani supaya cepat tumbuh besar.

Untuk kebutuhan modal budidaya gurame dalam skala usaha, memang membutuhkan modal besar jika berangkat dari awal termasuk penyediaan lahan. Tapi itu merupakan aset untuk masa depan.

“Untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan, sebaiknya pembudidaya menyediakan indukan tidak kurang dari 100 ekor dengan jumlah ideal kolam 16 kolam,” kata Zaeni.sementara untuk pemasaran berupa benih maupun ikan konsumsi bisa melalui pengepul besar atau kecil atau kelompok itu sendiri yang memasarkan.

Sekali bertelur, gurame bisa menghasilkan antara 3000 hingga 5000 butir telur. Kurun waktu 2 bulan dengan tingkat mortalitas 10 persen menghasilkan rata-rata Rp. 3 juta hingga Rp. 4,5 juta. Jika pembudidaya mampu memijahkan rata-rata 5 ekor/bulan sudah bisa dikalkulasi keuntungan minimal  Rp 15 juta/bulan.

Kendala usaha budidaya gurame yang kerap dirasakan petani diantaranya serangan penyakit. Penyakit yang sering muncul adalah kutu jarum. Penyebabnya karena sirkulasi air yang kurang baik sehingga mengundang penyakit yang sewaktu-waktu menyerang. Untuk mengatasinya ada banyak cara yang dilakukan petani, diantaranya dengan menaruh ikan tembakang seukuran dua jari dalam satu kolam. Ikan jenis ini merupakan partner gurame untuk memakan kutu tersebut. (Aen Jaeni/Nolduanews)***