Ini Kata Keluarga Terduga Teroris di Ciamis

by -114 views

CIAMIS – Penangkapan 5 terduga teroris yang berasal Ciamis oleh   Densus 88 Antiteror di Jalan Raya Malangbong, Tasikmalaya, pada hari Selasa lalu (21/5/2019), salah satunya adalah Sapri (42)  warga Rt.04, Rw.30, Lingkungan Karang, Kelurahan Ciamis, Kecamatan/Kabupaten Ciamis.

Sapri merupakan salah satu yang diamankan bersama  4 orang rekannya karena diduga teroris yang akan berangkat menuju Jakarta, untuk mengacaukan aksi 22 Mei.

Dari keterangan yang dihimpun keluarga Sapri, ia bersama empat rekannya itu berangkat dari Ciamis menuju Jakarta menggunakan mobil pribadi, mereka diamankan di Jalan Raya Malangbong saat operasi gabungan Polres Garut dan Polri.

Dora yang merupakan istri Sapri mengungkapkan, dirinya kaget melihat adanya pemberitaan di salah satu stasiun telivisi tentang penangkapan suaminya. Bahkan, ia juga geram karena suaminya itu disebut terduga teroris.

“Pas saya lihat TV, saya lihat ada suami saya yang sedang ditangkap oleh Polisi. Yang lebih kagetnya lagi, suami saya dituduh teroris,” ungkapnya, saat ditemui Nolduanews di Kediamanya, Rabu (22/5/2019).

Padahal, lanjut Dora, Suami dan keempat rekannya itu berangkat dari Ciamis menuju Jakarta, hanya membawa pakaian ganti dan madu. Tidak membawa barang tajam, senjata ataupun bahan peledak.

“Suami saya berangkat bersama adiknya Joni orang Ciamis, ada satu orang ustadz di Banjar, dan dua orang lagi orang Tasikmalaya. Mereka, berangkatnya juga menggunakan mobil pribadi milik suami saya, dan yang saya tahu itu hanya membawa pakaian ganti dan madu,” jelasnya.

Dora mengatakan, tujuan suami dan 4 orang rekannya ke Jakarta itu, untuk mengikuti aksi kemanusiaan. Dan suaminya juga diajak oleh rekan-rekannya, untuk ikut serta ke Jakarta.

“Suami saya sudah biasa ikut serta dalam aksi kemanusiaan, tahun kemarin juga ikut, malah bareng saya sama anak-anak ke Jakarta,” katanya.

Dora berharap, adanya keadilan bagi suaminya. Karena, dirinya mengetahui betul bahwa suaminya itu bukan teroris. Suaminya merupakan pedagang di Pasar Ciamis, dan juga merupakan guru Muay Thai di Pesantren Nurusalam Cikoneng.

“Suami saya itu, bukan teroris. Dia (Sapri) hanya seorang pedagang di Pasar, suami saya asli orang Padang, yang sekolah SMP di Jakarta dan SMA di Tasik, jadi terorisnya itu dimana,” harapnya.

Sementara ini, dari informasi yang diperoleh dari Keluarga Sapri. Bahwa, Sapri dan Keempat orang rekannya masih berada di Polres Garut. (Feri/nolduanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published.