Agun : Lemahnya Rupiah Tidak Berdampak Pada Ekonomi Rakyat Bawah

0
1 views

CIAMIS – Anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa mengungkapkan, untuk membangun Indonesia sejahtera itu kedaulatan ada di tangan rakyat, Rakyat yang berdaulat itu di implementasikan melalui pemilu 5 tahun sekali.

“Oleh karena itu kita harus menjawab, untuk mengejar ketinggalan kita dari negara-negara lain. Bahkan seharusnya kita harus bangga pada posisi hari ini, dalam konten kritik Global hari ini Indonesia relatif menjadi pujian kebanggaan dibanding negara lain yang tidak mampu mengantisipasinya,” kata Agun setelah kegiatan Sosialisasi 4 Pilar DPR RI/MPR RI. Bersama Forum BPD Ciamis, Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa, Kamis (27/9) di Gedung Graha Ayoe Ciamis.

Agun mengatakan, kenaikan nilai tukar kelemahan rupiah itu ternyata dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan Pemerintah hari ini, tidak memberikan implikasi dampak yang terlalu signifikan, kalau bicara tentang ekonomi rakyat di bawah.

“Dibawah tidak ada antri beras, sembako dan segala macam. Ekonomi masih tetap normal berjalan tidak ada apa-apa, tidak ada hal yang memprihatinkan dan tidak berpengaruh dengan tahun politik saat ini,” ujarnya.

Ketua Fraksi Partai Golkar ini juga menyampaikan, bahwa sebagai warga negara Indonesia dalam hal menggunakan hak pilihnya itu harus cerdas. Untuk mengukur kecerdasanya itu dengan melakukan pemaham yang mendalam apakah pilihan-pilihan itu bisa di pertanggungjawabkan dimana pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi memilih seorang pemimpin itu harus betul-betul kita pertanggung jawabkan pada yang maha kuasa, sebagai mana negara ini berdasar atas ketuhanan yang maha esa. Apakah calon kita pilih itu bersungguh-sungguh sebagai orang beragama yang betul-betul dia kita yakini menjalankan syriat kewajiban agamanya,” paparnya.

Lanjut Agun, pemimpin itu mampu menjamin suatu kepastian bahwa kedepan itu prinsip-prinsip, perlakuan-perlakuanya terhadap rakyat yang akan di pimpinya itu menjaga. Sehingga Indonesia tetap rumah Pancasila yang tercermin dari perlakuanya, perbuatanya, kebijakanya menjaga nilai-nilai kemanusian yang adil dan beradab.

“Pemimpin yang kita pilih itu pemimpin yang betul-betul kita meyakini bahwa kita tidak akan ragu, bahwa persatuan Indonesia kedepan itu akan semakin erat. Yang dia tidak hanya berpikir tentang Jawasentris, tetapi dia juga berpikir dari Sabang sampai Meroke. Dan juga harus tetap di yakini bahwa pemimpin yang akan datang itu betul-betul mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here