Akaw Berharap Pemerintah Dan Perbankan Bijak Terhadap Peternak

CIAMIS – Menyikapi banyaknya pelaku usaha peternak telur ayam di Kabupaten Ciamis yang saat ini gulung tikar, dan menyebabkan adanya kenaikan harga telur ayam yang saat ini sedang melambung tinggi.

Ketua Paguyuban Peternak Ayam Petelur Kabupaten Ciamis (P2APC) H. Kusnadi alias Akaw mengatakan yang menjadi permasalahan peternak ayam petelur gulung tikar, selain modal permasalahan disebabkan dari manejmen karena tidak adanya kontrol disaat pesanan sedang memuncak.

“Manejmennya juga sangat berpengaruh terhadap pelaku usaha, karena pelaku usaha tidak kontrol karena disitu produksi memuncak lalu dia tanpa meninjau ke bawah berapa ayam waktu dimasukan dari doc sampai ke outlet,” ujarnya, setelah ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/12/2017).

Lanjut dia, padahal langkah-langkah menejem itu sangat berpengaruh bagi kelangsungan peternak, tetapi kebanyakan peternak tidak mengetahui langkah tersebut.

“Sangat berpengaruh sekali langkah-langkah tersebut, karena nanti peternak bisa tahu kalau meninjau langsung kebawah berapa ayam baru yang masuk dan hitung-hitungan gaji bagi karyawan pun bisa lancar,” ungkapnya.

Akaw menambahkan, dari data Paguyuban Peternak ayam petelur Ciamis anggota di tahun 2014 sebanyak 350 anggota yang secara mandiri menggeluti usaha ternak ayam petelur yang dilakukan secara mandiri diberbagai daerah di Ciamis.

“Ditahun sekarang pelaku usaha peternak ayam petelur turun drastis hampir setengah dari anggota paguyuban gulung tikar, karena permasalahan yang tadi itu, ” ungkapnya.

Terkait banyaknya peternak ayam petelur yang gulung tikar tambah Akaw, menyebabkan laju produksi telur ayam menurun dan harga menjadi naik.

“Saya sangat berharap sekali kepada Pemerintah dan perbankan agar selalu bijak dan melihat kepada peternak, agar bisa meningkatkan peternak. Kalau peternak di Ciamis gulung tikar semua maka suatu nanti kita akan menjadi penonton,” pungkasnya.(Ferry/Nolduanews.com)