Connect with us

Berita

Anjar Asmara dan Yayasan Maung Bodas Bedah Rumah Milik Ajat

Published

on

CIAMIS-Sungguh memprihatinkan nasib Ajat Patria (54) warga Bantardawa 2 RT01/RW08 Kelurahan Karyamulya Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Betapa tidak, pria tersebut sudah bertahun-tahun tinggal menempati rumah tidak layak huni bersama putra-putrinya yang masih duduk dibangku sekolah. Lebih miris lagi untuk keperluan MCK terpaksa harus jalan kaki sejauh 500 meter.

“Kondisi saya memang begini, rumah mau ambruk saya terpaksa tinggal di gubuk sementara ini kurang lebih 12 tahun saya menempati rumah ini,” kata Ajat.

Awalnya rumah yang dindingnya terbuat dari bilik bambu itu aman dan nyaman ditempati mungkin karena masih baru, namun seiring berjalannya waktu, kata dia lagi, satu persatu dinding yang terbuat dari tepas mulai rapuh dan menghasilkan celah-celah lobang yang bisa menusuk tulang kala saat angin malam datang berhembus.

“Saya yang bekerja tidak menentu arah merasa sangat kewalahan untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi untuk merehap rumah, mustahil bisa kami lakukan, ungkapnya pasrah.

Sebenarnya Ajat sudah berusaha untuk memperbaiki rumah dengan biaya sendiri, tapi ada daya tak punya uang, untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saja kewalahan. Dia berharap Pemerintah Kabupaten Ciamis membantunya, namun bukan malah dibantu. Ajat dinasehati untuk bekerja mencari dana untuk perbaikan rumah.

“Bagaimana saya bisa bekerja kondisi badan saya lemah, saya memang ditakdirkan cacat,” katanya.
Keluh kesah atau penderitaan Ajat disampaikan oleh warga ke Yayasan Maung Bodas pimpinan Wa Ano, sebab berharap bantuan pemerintah sudah mentok. Maka, Wa Ano pun sangat terketuk hati dan tergerak untuk membantunya. Wa Ano  pun menggandeng tangan Anjar Asmara untuk melakukan bedah rumah.

Maka pada Minggu (11/6/2017) Rombongan Yayasan Maung Bodas merobohkan rumah tak layak huni tersebut dan akan membangun dengan yang layak huni. Bedah rumah itu juga disaksikan warga setempat. Dalam sambutannya Wa Ano dengan berlinang air mata mengatakan, niatnya membantu bedah rumah milik Ajat Patria bukan karena mampu, tapi karena memang tekad kuat.
“Kegiatan ini ingin menepis anggapan bahwa LSM/Ormas bisanya merepotkan masyarakat, itu tidak benar. Yayasan Maung Bodas jsutru ingin menunujukkan bahwa ormas atau LSM pun mampu berbuat untuk masyarakat,” katanya. Oleh karena itu Wa Ano mengajak kepada semua pihat untuk senantiasa peduli kepada kaum duafa.

Sementara itu Anjar Asmara yang juga pembina Yayasan Maung Bodas, tak kuasa saat mendengar cerita dan menyaksikan secara langsung kondisi Ajat. Rumah yang tak layak huni, selama bertahun-tahun tak punya WC. Untuk keperluan MCK harus jalan kaki sejauh 500 meter. “Saya sangat tersentuh, makanya bikinkan WC yang bagus berapa-pun biayanya. Saya ingin melihat keluarga Pak Ajat ini mandi di rumah sendiri, buah hajat di rumah sendiri. Kita harus bersyukur dengan kondisi sekarang yang diberi kecukupan,” katanya sambil meneteskan air mata.

Terhadap kepedulian Yayasan Maung Bodas dan Anjar Asmara, Ajat mengaku sangat terharu dia tak bisa berkata-kata hanya mengucapkan banyak terima kasih. “Ini jawaban atas doa saya, Mudah-mudahan amal kebaikan bapak bapak diterima Allah SWT,” kata Ajat. (Syh/NDNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita

Di TPS 11 Bolenglang Ciamis Usai Nyoblos Warga Dapat Sekantong Cabe

Published

on

Ciamis – Selalu ada ide kreatif yang dilakukan petugas TPS guna menarik partisipasi warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seperti yang dilakukan di TPS 11 Lingkungan Bolenglang, Kelurahan Kertasari, Ciamis yang membagikan sekantong cabai rawit bagi setiap warga yang telah menyalurkan hak pilihnya.

Ketua KPPS TPS 11 Irwan mengatakan cinderamata berupa sebungkus cabai ini untuk memotivasi masyarakat agar mau bercocok tanam meskipun dengan memanfaatkan lahan yang sempit sekalipun.

Irwan mengaku cabai rawit meskipun sederhana namun harus ada di setiap rumah. Dengan membagikan cabai rawit ini sekaligus sosialisasi kepada warga untuk ikut menanam. Karena penanaman mudah dan perawatannya mudah.

“Cabai rawit yang dibagikan ini semua hasil kebun dari petani binaan saya, berhubung saya bergerak di bidang pertanian. Sekarang ada momen Pemilu, hasil panen banyak jadi sekaligus berbagi,” ucapnya.

Menurut Irwan, ia menyediakan ratusan kantong ukuran kecil cabai rawit, dengan jumlah lebih dari jumlah pemilih. Warga sangat antusias dengan adanya cinderamata tersebut. Setiap warga rata-rata mengambil 1-2 kantong, namun ada juga yang sampai 3 hingga 5 kantong.

“Jumlah daftar pemilih di TPS ini 219 orang, jumlah cabai yang disediakan banyak lebih dari jumlah pemilih, jadi cukup untuk semua kebagian,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Cece Rukmana mengaku baru kali ini ada habis nyoblos dapat cinderamata berupa sekantong cabai rawit.

“Unik dan bermanfaat tentunya. Lumayanlah dapat cabe buat masak di rumah,” pungkasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Berita

Di Ciamis, Surat Suara Tertukar Dapil

Published

on

Ciamis – Antrian masyarakat yang akan menyalurkan hak pilihnya menjadi terhambat karena surat suara warna hijau untuk DPRD kabupaten tertukar dengan dapil lain.

Di TPS 28 Lingkungan Kertahayu Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten Ciamis yang seharusnya Dapil 1 tertukar dengan surat suara Dapil 6.

Awalnya tertukarnya surat suara ini pertama kali ditemukan oleh Zaenal Arifin. Sebelum melakukan pencoblosan dia meneliti dulu surat suara yang diperolehnya dari petugas TPS.

“Setelah menerima surat suara saya periksa dulu namun tidak ada nama caleg pilihan saya dan ternyata tertera dapil 6,” ujarnya.

Zaenal kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas TPS. Setelah diperiksa ternyata ada sekitar 18 surat suara yang tertukar dan sudah dicoblos oleh warga.

Di tempat terpisah Ketua KPU Kabupaten Ciamis Agus Abdul Fatah membenarkan adanya laporan surat suara yang tertukar.

“Memang benar ada surat suara yang tertukar namun sudah kita atasi dengan menyuplainya dari TPS terdekat atau penyangga,” ungkapnya.

Dari pantauan Nolduanews pasca ditemukan adanya surat suara yang tertukar proses pemungutan suara tetap berjalan normal. Namin ketika surat suara Dapil 1 habis proses pemungutan suara dihentikan sementara. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Berita

Jaga Kondusifitas Jelang Pilpres dan Pileg Polres Ciamis Sasar Pos Kamling Terpadu

Published

on

Kepolisian Polres Ciamis melaksanakan kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) bersama TNI-AD Kodim 0613, KPUD Ciamis dan PPK Kecamatan Cikoneng, Sabtu (13/4). Foto: Istimewa

Ciamis – Untuk menjaga kondusifitas menjelang pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang akan digelar dalam hitungan hari kedepan, jajaran Kepolisian Polres Ciamis dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI-AD ) dari Kodim 0613 Ciamis melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dengan melakukan patroli bersama.

Salah satu kegiatannya yakni pengecekan ke Pos Kamling Terpadu dalam rangka cipta kondisi menjelang Pemilu 2019.
Pengecekan Pos Kamling Terpadu yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso antara lain mendatangi Pos Kamling Subur Makmur Desa Saguling dan Pos Kamling di Desa Kujang, Sabtu (13/4).

Dalam kesempatan ini Kapolres Ciamis menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat sekitar serta Kepala Desa dan Anggota Linmas setempat agar tetap siaga dan melaporkan permasalahan sekecil apapun kepada pihak kepolisian agar dapat meminimalisir terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Alhamdullilah warga masih peduli dengan keamanan dan ketertiban di lingkunganya dengan adanya ronda malam warga yang bersinergi dengan TNI – Polri,” ungkapnya.

Selain mengecek ke pos kamling terpadu, Kapolres juga memantau salah satu PPK Cikoneng.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak PPK dan kita juga himbau
kepada semua anggota berkordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk memantau situasi jangan sampai ada kegiatan kampanye lagi karena sudah masa tenang,” ujarnya.

Selain itu Kapolres juga melakukan koordinasi dengan Ketua KPUD Ciamis terkait pelaksanaan pendistribusian logistik pemilu dari PPK ke PPS agar dilakukan setelah pihak kepolisian melaksanakan pergeseran pasukan ke tiap desa sehingga dapat dilakukan penjagaan apabila logistik tersebut didistribusikan.

“Cek semua logistik Pemilu agar masyarakat pada saatnya mencoblos dalam keadaan aman dan tenang,” jelasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: