Berburu Teritip Di Sungai Panireuman Batukaras

0
45 views
CIJULANG – Saat kemarau panjang, warga di Objek Wisata Batu Karas Kecamatan Cijulang – kabupaten Ciamis – Jawa Barat, memanfaatkan waktu luangnya untuk berburu Teritip. Di sepanjang sungai Panireuman yang airnya mengalir ke muara Batu Karas terlihat sekelompok perempuan sedang berburu Teriitip yang diduga memiliki daging rendah kalori, mengandung kalsium dan vitamin A. Mereka mencarinya di batu karang, karena memang disanalah mahluk ini menempel. 
Teritip merupakan sejenis artropod yang tinggal di sungau payau. Terdapat kira-kira 1,220 spesies. Nama lainnya, “Cirripedia” (latin), yang bermakna “kaki bergulung”. Teritip biasanya melekat pada batu karang atau badan kapal/perahu. Teritip mampu bertahan pada udara semasa air surut. Ketika itu, ia akan menutup cangkerangnya untuk menguatkan badannya. Pada musim kemarau ini, Teritip relatif lebih mudah didapat, karena air sungai surut.. 
“Saya bersama teman-teman sejak tadi siang mulai berendam di sungai untuk berburu Teritip. Agak susah memang mendapatkannya, karenanya diperlukan kesabaran” tutur Dede (30) warga setempat kepada NolduaNews.Com
Ditambahkan Dede, Teritip ini tidak bisa didapatkan setiap waktu, karena hanya mudah didapat saat musim kemarau. Saat musim kemarau, akunya, Teritip akan terlihat jelas menempel pada karang yang ada di pinggir sungai. 
Menurut pengakuan warga sekitar, Teritip bisa dimakan walau masih mentahberhasiat untuk obat batuk bahkan bisa digunakan sebagai obat kuat lelaki. ”Teritip juga bisa untuk obat kuat baik untuk lelaki, biasanya dimakan mentah,”kata Meti(17) warga Masawah Cimerak yang saat itu sedang mencari Teritip.
Teritip adalah sejenis tiram kecil yang biasanya hidup di tepi pantai dan melekat pada bebatuan. dagingnya sangat kecil tapi memiliki rasa dan tekstur seperti tiram pada umumnya. biasanya dimakan segar atau di asinkan dengan garam jika ingin disimpan.Teritip sangat nikmat jika ditambahkan dengan cabe merah dan jeruk. Di beberapa daerah Teritip ini dijual dengan harga Rp. 5000,- per bungkus (sekitar 0,25 kg) (01-NDNews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here