BNNK Ciamis Ajak Batalyon Infanteri Raider 323/BP Untuk Perangi Narkoba

0
2 views

BANJAR – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis sosialisasikan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta melakukan Tes Urine kepada anggota Batalyon Infanteri Raider 323/BP Kostrad Kota Banjar, Kamis (13/4/2018).

Maksud tujuan sodialisasi ini untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit Yonif R 323/BP Kostrad tentang dampak negatif Narkoba, sehingga diharapkan para prajurit mendapatkan gambaran dalam upaya mencegah diri dan keluarga dari pengaruh bahaya Narkoba.

Pasi Intel Letnan Satu Teguh Anggoro, S.IP., M.Sc., mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, Pada kegiatan saat ini akan dilakukan pengambilan urine untuk di tes dari peserta yang hadir secara acak.

“Tujuannya untuk memberikan efek warning atau peringatan supaya para personel tidak menyalahgunakan Narkoba,” ujar Teguh.

Teguh berharap, lingkungan TNI AD khususnya Batalyon 323 BP dengan adanya penyuluhan ini tidak ada penyalahgunaan Narkoba serta untuk meciptakan lingkungan yang terbebas dari Narkoba.

“Bila ada yang terindikasi menyalahgunakan narkoba akan ada sanksi hukum sesuai aturan hukum yang berlaku,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kabupaten Ciamis, Deny Setiawan S. Sos. M.M., menegaskan bahwa peredaran Narkoba di Indonesia dewasa ini sudah sangat membahayakan dan sudah banyak menelan korban yang tidak sedikit jumlahnya.

“Jenisnya pun kini bertambah dan bermacam-macam,” ujarnya.

Lanjut dia, kondisi sekarang Indonesia dalam kondisi darurat narkoba karena indonesia menjadi sasaran peredaran gelap narkoba, merupakan pangsa pasar terbesar di dunia, semua kalangan sudah terkena Narkoba.

“Tidak ada satu tempat pun yang aman dari Narkoba, hampir semua tempat sudah terkena Narkoba,” paparnya.

Deni menjelaskan Narkoba merupakan penyakit yang kronis serta bisa terjangkit kembali, karena ada efek kecanduan akan barang haram tersebut.

Penggunaan narkoba itu disebabkan karena adanya keinginan untuk mencoba, gaya hidup (lifestyle) serta adanya tekanan hidup yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan.

“Deteksi dini terhadap ciri-ciri pengguna Narkoba dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku, lingkungan pergaulannnya, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim serta adanya penurunan/gangguan kesehatan secara fisik dan mental, ” jelasnya.

Lanjut dia, Berbagai upaya mencegah beredarnya narkoba di Indonesia telah dilakukan, diantaranya melaksanakan pemberantasan jalur suplai dan rehabilitasi bagi pengguna dan korban penyalahgunan Narkoba.

“Namun BNN saja tidak cukup untuk mencegah terbebas dari narkoba, dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti TNI untuk mewujudkan hal tersebut, ” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here