BNNK Ciamis Ajak Pelajar NU Dalam Pencegahan P4GN

0
1 views

PANGANDARAN – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pangandaran menggelar Pelatihan Kader Muda (Lakmud) dengan jumlah peserta sebanyak 48 Orang perwakilan dari IPNU-IPPNU Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Indramayu, Minggu (21/01/2018) bertempat di Pondok Pesantren As- Syujaiyah Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran.

Ketua IPNU Kabupaten Pangandaran Acep Rahlan Maulana menjelaskan bahwa lakmud adalah pelatihan yang menekankan pada pembentukan watak, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi dan keterampilan berorganisasi serta upaya pembentukan standard kader.

“Kaderisasi merupakan salah satu pilar utama dalam organisasi IPNU-IPPNU. Dari proses kaderisasi inilah akan dibentuk kader-kader yang memiliki energi, kualitas dan loyalitas yang tinggi demi pengembangan dan keberlangsungan organisasi,” ujarnya.

Lanjut dia, Kegiatan ini bertemakan Meneguhkan Militansi Pelajar NU yang Berakhlak, Berkualitas, Berintegritas dan Loyalitas.
Peserta dibekali beberapa materi diantaranya bahaya penyalahgunaan narkoba dan ini merupakan komitmen IPNU untuk menyelematkan generasi muda dari cengkraman narkoba.

“Dalam kegiatan ini diisi dengan Deklarasi Pelajar Anti Narkoba PC IPNU IPPNU Kabupaten Pangandaran yang isinya yaitu, Menyatakan haram hukumnya segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya, dan juga Menolak segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” ungkapnya.

Sementara itu narasumber dari BNN yang juga Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Ciamis Deny Setiawan, S.Sos., M.M., sangat mengapresiasi pihak PC. IPNU-IPPNU Kabupaten Pangandaran yang telah menggelar kegiatan ini.

“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah kongkrit dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Deny menyampaikan materi dengan judul “Bahaya Penyalahgunaan Narkoba”. Deny menjelaskan apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, bahayanya bagi kesehatan serta sanksi hukumnya.

“Diharapkan peserta yang hadir ini dapat memiliki sikap untuk terampil mampu menolak baik menyalahgunakan maupun mengedarkan narkoba,” ungkapnya.

Mengingat ancaman pidana bagi pelaku kejahatan narkoba sangat berat tambah Deny, namun bagi mereka para penyalahguna atau pecandu narkoba berlaku humanis, hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pasal 54, bahwa Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan Narkotika  wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan untuk menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba ini, dan kami mengajak semua pihak termasuk kepada peserta yang hadir untuk bekerja sama bahu membahu dalam upaya P4GN,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews.Com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here