BNNK Ciamis Bentuk Relawan Anti Narkoba

0
0 views

Ciamis – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis melalui seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), menggelar kegiatan Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba Tahun Anggaran 2018. Rabu (14/3/2018) di Aisyah Meeting Room The Hotel Priangan Ciamis.

Kepala Seksi P2M Deny Setiawan, S.Sos., M.M., mengatakan maksud kegiatan ini untuk meningkatkan sinergitas dalam upaya P4GN dengan instansi terkait, dengan tujuan tersampaikannya informasi program kerja BNNK Ciamis.

“Meningkatkan kesadaran dan peran serta lingkungan pemerintah dalam menciptakan lingkungan pemerintah terbebas dari penyalahgunaan narkoba serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang bahaya narkoba,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini juga sekaligus pengukuhan Relawan Anti Narkoba dengan di tandai penyematan pin Relawan Anti Narkoba oleh Kepala BNNK Ciamis kepada perwakilan peserta.

“Yang sebelumnya terlebih dahulu dilaksanakan pembacaan ikrar anti narkoba oleh peserta yang nantinya akan menjadi Relawan Anti Narkoba,” pungkas Deny.

Sementara itu Kepala BNNK Ciamis AKBP Yaya Satyanagara, S.H., dalam sambutannya sekaligus memberikan pemaparan materi pada kegiatan ini dengan judul materi Para Relawan Dan Penggiat Anti Narkoba Dalam Upaya P4GN.

Menurut Yaya Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba adalah upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam penanganan narkoba yg meliputi upaya pencegahan, rehabilitasi & pemberantasan.

“Kebijakan di bidang P4GN Menjadikan 97,2 % penduduk Indonesia imun terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat, bangsa, dan Negara Indonesia,” ungkapnya.

Lanjut dia, dengan menumbuhkan sikap menolak narkoba dan menciptakan lingkungan bebas narkoba Menjadikan 2,8 % penduduk Indonesia (penyalahguna narkoba) secara bertahap mendapat layanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial melalui rawat inap atau rawat jalan.

“Serta mencegah kekambuhan dengan program rawat lanjut (after care) dan Menumpas jaringan sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya melalui pemutusan jaringan sindikat narkoba dalam dan/atau luar negeri dan penghancuran kekuatan ekonomi jaringan sindikat narkoba dengan cara penyitaan aset yang berasal dari tindak pidana narkotika melalui penegakan hukum yang tegas dan keras,” pungkas Yaya. (Ferry/Nolduanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here