Bumdes, Solusi Petani Manggis Desa Neglasari – Jatiwaras – Tasikmalaya

Kabupaten Tasikmalaya – Salah satu daerah sentra penghasil buah durian dan manggis dikecamatan Jatiwaras yakni Desa Neglasari. Kendati merupakan daerah yang menghasilkan produk unggulan di Kabupaten Tasikmalaya, ironisnya, tingkat kesejahteraan petani itu sendiri jauh dari sebuah harapan.

Kendala Permodalan dan pemasaran menjadi sebuah persoalan yang tak kunjung ketemu. Disamping itu kendala berat yakni merubah paradigma petani itu sendiri, kebanyakan petani masih terbelenggu pada produk petani sub sistem, yakni petani yang serba instan, bukan sebagai petani modern.

Sedangkan hasil dari sebuah pekerjaan dalam peningkatan perekonomian harus memiliki management yang matang. Jarang petani yang berorientasi ke bisnis atau masa depan.

Dikatakan Sekdes Neglasari, Darso Rachman, untuk merubah paradigma petani memang bukan hal mudah, perlu motivasi semua pihak. Taraf kesejahteraan para petani khusunya dari hasil produksi manggis selama ini belum membuahkan hasil maksimal. harga manggis yang dihasilkan petani didaerahnya masih ditentukan para tengkulak.

“Harga masih belum stabil, secara perhitungan bisnis selalu merugi”, ungkap aco sapaan akrab Darso.

Secara kalkulasi bisnis lanjut aco, mulai dari biaya awal panen sampai menuai hasil panen, dan waktu yang di keluarkan petani tidak seimbang, harga selalu merosot.

“Apalagi panen manggis pertahun sekali”, paparnya.

Aco melihat beberapa kendala yang dihadapi petani manggis didaerahnya, selain dari sisi pemasaran juga belum adanya persatuan dari para petani itu sendiri.

” Disamping mereka gelap tentang harga manggis dipasaran, mereka juga terikat kontrak sehingga mereka terpaksa menjual hasil panen ke para bandar atau pengepul yang memberi modal dan harga pun ditentukan dari sana”, ungkap Aco.

Guna mengantisipasi masalah permodalan, dirinya berencana membentuk Bumdes.

“Secara teknisnya nanti, bisa dibayar setelah panen atau hasil panen manggis di jual ke Bumdes dengan harga layak, sehingga para petani tidak terus merugi”, pungkasnya. *** ( Rusdianto/ND News)