Cegah Sex Menyimpang, Lapas Ciamis Lakukan Pembinaan Keagamaan

by -53 views

CIAMIS – Menindaklanjuti pemberitaan di Media terkait adanya penyimpangan seksual yang dilakukan oleh warga binaan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jawa Barat. Maka dari itu, dalam menyikapi masalah tersebut Lapas Kelas IIB Ciamis selaku Lapas di Daerah Jawa Barat telah mengantisipasi agar tidak terjadi penyimpangan seksual dengan meningkatkan, pembinaan kerohanian dan ibadah keagamaan serta kegiatan sosial kepada warga binaan di Lapas Kelas IIB.

“Semenjak saya bekerja disini (Lapas Ciamis), alhamdulilah belum pernah mendapatkan adanya sex menyimpang kepada warga binaan. Karena, kami sering melakukan pembinaan kerohaniaan, keagamaan, kemandirian serta keterampilan. Untuk mencegah terjadinya sex menyimpang kepada warga binaan,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Fajar Nur Cahyono, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (11/7/2019).

Fajar mengatakan, untuk di Lapas Ciamis sendiri, jumlah warga binaan sebanyak 332 orang yang terdiri dari warga binaan Laki-Laki sebanyak 320 orang dan warga binaan wanita sebanyak 12 orang, sedangkan kapasitas (Daya Muat) di Lapas Ciamis itu sebanyak 140 orang, itu karena adanya penitipan dari Lapas daerah lain.

Lebih lanjut Fajar mengatakan, dalam hal untuk mencegah terjadinya sex menyimpang. Di Lapas Ciamis juga membuka selebar-lebarnya untuk kunjungan keluarga dalam arti sesuai SOP, itu dibuka setiap hari dari mulai hari Senin sampai Jumat dari pukul 09:00 WIB pagi sampai pukul 14:00 WIB Sore.

“Mereka (Warga Binaan) juga kita perlakukan sebagai manusia, keluarga mereka juga sebagai keluarga kita. Namun, tentu adanya batas toleransi, batas-batas mana seandainya melanggar aturan-aturan yang berlaku di Lapas, maka akan kami tindak sesuai aturan SOP,” katanya.

Jadi kegiatan-kegiatan pembinaan ini tentunya membuat warga binaan akan berpikir lain, mereka berpikir ibadah, bisa berfikir positif bukan negatif. Pihaknya telah membuat jadwal, seperti senam per kamar atau per blok, kemudian ada jadwal Futsal, Volly, dan Tenis meja.

“Sehingga kegiatan interaksi mereka secara mereka bersosialisasi pasti dapat kami pantau. Belum lagi adanya kegiatan pengajian, yang adanya kamar santri yang kami bentuk mereka jadi santri. Jadi ini semuanya ini mempengaruhi kepada mekanisme pembinaan di Lapas Ciamis,” jelasnya. (Ferry/Nolduanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published.