Ciamis Belum Bisa Swasembada Jagung

0
10 views
Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana (kiri) menyerahkan jagung hasil petikanya kepada masyarakat pelaksanaan Panen Raya Jagung kelompok tani mekarbakti 1 Handapherang Kecamatan Cijeungjing Rabu (21/9/2016).*

CIAMIS- Kabupaten Ciamis hingga saat ini belum bisa swasembada jagung. Pasalnya, kebutuhan jagung di kabupaten Ciamis dalam satu hari diperkirakan mencapai 300 ton. 225 ton untuk penemuhan pakan ternak ayam pedaging, 30 ton untuk ayam petelur dan sisanya 45 ton untuk kebutuhan lain-lain. Jika dikalkulasikan, dalam satu bulan kebutuhan jagung di Ciamis 9.000 ton, dan dalam satu tahun mencapai 108.000 ton. Sedangkan dalam satu tahun, produksi jagung di Ciamis hanya mencapai 30.000 ton, dalam artian dalam satu bulan hanya 2.500 ton.

“Artinya, kebutuhan jagung di Ciamis belum terpenuhi. Sehingga masih harus mendatangkan jagung dari daerah luar,” ungkap Kepala Bidang Produksi Serelia dan Palawija Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ciamis Ir Ma’mun saat acara panen raya jagung kelompok tani Mekarbakti 1 Handapherang Kecamatan Cijeungjing.

Menurut Ma’mun, untuk bisa swasembada jagung perlu adanya keseriusan semua pihak dalam bidang pertanian jagung. Dukungan program pemerintah mesti diimbangi pula dari keseriusan masyarakat petani jagung, guna memaksimalkan potensi yang ada. Diakuinya, lahan untuk bertanam jagung di Ciamis masih minim.

“Dari 8.000 hektare potensi lahan kering untuk jagung di Kabupaten Ciamis, baru sekitar 5.200 hektare yang ditanami jagung oleh petani. Sedangkan untuk bisa swasembada jagung perlu 16.000 hektare lahan, artinya perlu penambahan lahan agar produksi jagung di Ciamis bisa bertambah,” katanya.

Pemerintah, kedepan akan mendorong masyarakat untuk bisa menanam jagung, apalagi pemerintah daerah memfasilitasi para petani misalnya pemberian benih jagung. “Kami juga akan mengoptimalkan lahan-lahan tidur dan terlantar seperti lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) untuk dijadikan lahan pertanian jagung, agar setidaknya produksi jagung di Ciamis bisa meningkat,” ungkapnya.

Terkait harga jagung yang tidak stabil dan terkesan menurun apabila sedang panen raya, Ma’mun mengaku pihaknya tidak bisa berbuat banyak, jika harga komoditas jagung pipilan kering anjlok. Sebab harga ditentukan oleh pasar. Selain itu, pemerintah belum menentukan harga dasar jagung berapa, sehingga harga jagung malah dimainkan oleh tengkulak.

Namun pihaknya akan mengupayakan untuk menfasilitasi petani jagung dengan para pengusaha ternak ayam, untuk menyepakati harga jual jagung. “Kita paling memfasilitasi pertemuan petani dan pengusaha, agar harga jual jagung tidak terlalu anjlok, dan tidak membuat petani merugi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Ciamis Nanang Permanan SH menyatakan memang Ciamis perlu melakukan swasembada jagung. Terlebih kebutuhan jagung di Ciamis sangat tinggi, sehingga mesti diimbangi oleh produksi.

“Memang perlu keseriusan semua pihak agar kita bisa swasembada jagung, harus bisa memanfaatkan lahan yang ada, jangan sampai lahan malah terbengkalai apalagi lahan milik Pemda bekas HGU, itu harus dimaksimalkan,” tegasnya. (Cok/NDNews)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here