Connect with us

Terkini

Disdukcapil Ciamis Targetkan 30 Ribu KIA Untuk Tahun 2019

Published

on

Ciamis – Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis menargetkan 30 ribu blanko untuk Kartu Identitas Anak (KIA) Tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Kependudukan Disdukcapil Kabupaten Ciamis, H. Rusli.

“Pada tahun sebelumnya 2018, Disdukcapil telah realisasikan 2000 KIA kepada anak-anak di Kabupaten Ciamis. Untuk saat ini masih dalam pendataan, targetnya sekitar 28 sampai 30 ribu blanko,” ujar H. Rusli, saat ditemui Nolduanews di ruang kerjanya, Rabu (13/2/2019).

Contoh KIA Untuk usia 0-5 tahun. Foto: Ferry/Ndn

Rusli mengatakan, kegunaan KIA meningkatkan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik bagi anak. Selain itu, sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Anak-anak kan belum mempunyai KTP, jadi untuk mengurus sesuatu harus pake akte kelahiran, itu ribet. Jadi kalau saat ini mempunyai KIA bisa mudah mengurus hal pelayanan publik,” katanya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak (KIA), merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah yang diterbitkan oleh Disdukcapil.

“KIA ini wajib dimiliki setiap anak, bagi anak yang masih berusia 0 sampai 5 tahun, nanti kartunya tidak ada fotonya. Namun untuk anak yang berusia 6 sampai 16 tahun itu ada fotonya,” jelas Rusli.

Dia menambahkan, untuk pendataan saat ini, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kementrian Agama Kabupaten Ciamis. Sementara untuk persyaratanya yaitu, mencantumkan Pas Foto ukuran 2×3, Fotocopy Akte Kelahiran, KTP Orang Tua, dan Formulir Biodata orang tua.

“Kalau anak-anak yang kita data bareng dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag serta dengan Dinas KB. Sedangkan untuk sosialisasi kita masih swadaya belum terbuka, tapi mudah-mudahan kedepan KIA ini bisa terealisasi dengan baik dan mencapai target,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Terkini

Intensitas Hujan Tinggi, Dua Rumah Warga di Panumbangan Terancam Tebing Longsor

Published

on

Rumah warga di Dusun Limusagung Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan terancam tebing longsor. Foto: Istimewa

Ciamis – Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dua rumah warga di Dusun Limusagung Desa Payungagung Kecamatan Panumbangan terancam tebing longsor.

Menurut Kabid Darlog BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani, kejadian longsor tersebut akibat kontur tanah tebing yang labil dan tidak kuat menahan curah hujan yang mengguyur di wilayah Panumbangan dan sekitarnya.

“Tebing setinggi 10 meter dengan lebar 5 meter akhirnya longsor menjelang dini hari tadi, Senin (8/4/2019)”, jelasnya.

Ani mengatakan, akibat tebing longsor tersebut satu rumah warga yang berada diatas tebing terancam terseret.

“Rumah milik Pak Ade Samsudin posisinya diatas tebing jadi kalau terjadi longsor rumah ini akan terseret,” imbuhnya.

Dikatakan Ani selain rumah yang ada diatas tebing satu rumah milik Pak Tata yang berada dibawahnya terancam tertimpa material longsoran.

“Kalau tebing ini longsor otomatis material longsoran menimpa rumah Pak Tata,” pungkasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Terkini

Tertabrak Bis, Seorang Pelajar Tewas Mengenaskan

Published

on

Video CCTV kejadian tabrakan seorangvpelajar di Lokasana Ciamis, Rabu (3/3/2019). Foto: istimewa

Ciamis – Mega (16) seorang pelajar warga Dusun Lebak Lipung Desa Imbanagara Kecamatan/ Kabupaten Ciamis tewas mengenaskan di jalan raya akibat tertabrak bus di Jalan Raya KH Ahmad Dahlan Ciamis, Rabu (3/4/2019).

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, kecelakaan berawal ketika korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario dengan nopol Z 3655 VZ akan berbelok menuju Taman Lokasana di Jalan Raya KH.Ahmad Dahlan.

Dalam CCTV tersebut terlihat saat korban akan berbelok menuju Taman Lokasana datang sebuah bus dari arah utara dan menabrak korban sehingga korban sempat terseret.red

Sementara itu Kasat Lantas Polres Ciamis AKP. M Bima Gunawan membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya pun telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti.

“Korban dibawa ke RSUD Ciamis dan meninggal dalam perawatan medis”.  pungkasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Terkini

623 Pejabat Eselon IV Di Ciamis Ikuti Uji Kompetisi Jabatan

Published

on

Pejabat Eselon IV lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis mengikuti Uji sedang Kompetisi Jabatan, Minggu (31/3/2019). Foto: Aep/Nolduanews

CIAMIS – Sebanyak 623 Pejabat Eselon IV lingkup Pemerintah Kabupaten Ciamis mengikuti Uji Kompetisi Jabatan Sebagai implementasi peraturan pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang diselenggarakan Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Sabtu-Minggu, (30-31/3).

Kepala Bidang Pengembangan Potensi Aparatur BKSDM Ciamis, Dr. Asep Saeful Rahmat, S.Ip., MSi menjelaskan uji kompetensi ini untuk mendapatkan informasi yang objektif mengenai karakter, keahlian dan kemampuan atau kompetensi pejabat eselon IV.

“Untuk mendapatkan hasil maksimal dan objektif dalam uji kompentesi ini, Pemkab Ciamis bekerjasama dengan tim PPSDM Fisip Unpad,” ungkapnya.

Dari ini lanjut dia,informasi mengenai karakter, keahlian dan kompetensi tesebut akan kami gunakan sebagai bahan pertimbangan dalam rangka pemetaan pejabat stuktural serta sebagai bahan evaluasi dalam rangka peningkatan kompetesi dari masing-masing pejabat melalui Diklat sehingga didapatkan ASN yang professional.

“Selain diperuntukan sebagai bahan pemetaan pejabat struktural, uji kompetensi ini juga menjadi syarat wajib dalam rangka pengisian jabatan pengawas atau jabatan eselon IV,” ujar Asep Saeful Rahmat.

Dijelasakan Asep Saeful Rahmat, Job fit ini dilakukan sebagai bahan evaluasi kesesuaian kualifikasi, kompetensi dan kinerja, sehingga kedepan dapat dijadikan sebagai alat untuk mengevaluasi diri.

Uji Kompetensi ini tambahnya, merupakan amanat Undang-undang ASN dan surat edaran Menpan RB, jika tidak mengikuti dapat berdampak pada persyaratan untuk menduduki jabatan tidak terpenuhi.

“Bahkan hasil  Uji kompetensi pejabat eselon IV ini dapat dijadikan bahan oleh pimpinan daerah untuk melakukan rotasi dan mutasi jabatan sesuai kompetensinya” pungkas Asep Saeful Rahmat. (Aep Saepulloh/Nolduanews)**

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: