Gua Anteg Dan Sejarah Lahirnya Kerajaan Sukakerta Tasikmalaya

by -159 views

” Nyukcruk walungan mapay laratan. Kebo mulih pakandangan. Mundut piwuruk sepuh, seja nyungsi diri mangsa ngarakrak sajarah. Tomada muka lawang paminding siloka. Seja tumut ngumawula, dina repokna tekad ucap jeung lampah nu nyamuni dina asma Rahadian, Nalika nanceubkeun Ajegna tiang pameres digoa Anteg……”

*** Liputan Khusus : Rusdianto mahadewa.

Kabupaten Tasikmalaya – Ada ketertarikan menyusuri dan membuka sejarah awal yang berkaitan erat dengan perjalanan sejarah pembentukan Pemerintahan diTasikmalaya. Jejak Sejarah di Distrik Mandala ( Bagian wilayah Kabupatian Sukapura dulu ), sekarang wilayah kecamatan Salopa, ada petilasan kerajaan Sukakerta yang bisa dilihat di Kampung Sukapura ( Anteg Hilir ) Desa Malatisuka Kecamatan Gunung Tanjung.

Dulu petilasan sejarah Gua Anteg ini masuk wilayah Desa Bengkok Kecamatan Salopa. Sekitar tahun 90 – an terjadi pamekaran wilayah. Namun sebelumnya, sekitar Tahun 85 -an Desa Bengkok berganti nama menjadi Karyawangi.

Di Desa Malatisuka sendiri terpendam beragam potensi alam yang bisa dijadikan destinasi wisata. Pemandangan indah Curug luhur Cipinaha ( Curug Husen) sangat memukau, Wisata petualangan, Budaya dan Ziarah Gua Anteg pun menjadi magnet tersendiri. Ragam potensi wisata alam yang tersedia hanya Gua Anteg yang paling banyak di kunjungi. Selain untuk wisata perjalan Rohani dan budaya juga menjadi daya tarik bagi para olah raga petualang. Sepanjang lorong Gua terdapat tingkatan kesulitan bervariasi. Medan yang dijajaki sangat memicu andernalin. Bukan hanya itu saja, Gua dengan panjang 342 meter ini, cukup komplit jika dilihat dari keragaman ornamennya, ada stalacmit, stalactit, gourdin dan lain-lain. Hanya pada beberapa lorong terdapat bekas rerutuhan Stalacmit(cave breakdown) yang mengindikasikan adanya tingkat kerentanan batuan yang harus diwaspadai.

Pada Abad XV – XVII Pra masa Pemerintahan Kabupatian Sukapura terbentuk, berawal dari lahirnya sebuah kerajaan kecil bernama Sukakerta. Soka ( Tiang) dan Kerta ( pameres/ penyempurna). Kerajaan Sukakerta di pimpin 5 Raja, diantaranya, Sri Gading Anteg ( Rd. Sanggara / Batara Sukapura ), Dalem Brajayuda, Dalem Himba, Dalem Santawoan dan Raden Wirahadikusuma (Entol Wiraha).
Bupati Sukapura Pertama yakni Raden Wirawangsa ( Wiradadaha 1) yang merupakan anak dari Raja Sukakerta terakhir, Raden Entol Wiraha yang dimakamkan di desa Kaputihan Kecamatan Jatiwaras, melahirkan generasi awal pembentukan Kabupatian Sukapura di Kecamatan Sukaraja yang selanjutnya melahirkan bentuk Pemerintan di Tasikmalaya hingga sekarang ini.
Sejarah nama Anteg sendiri diambil dari nama Raja pertama Kerajaan Sukakerta, setelah masa kerajaan Galunggung, yaitu Sri Anteg. Nama lain Sri Anteg ( Sri Gading Anteg ) yakni Raden Sanggara ( Batara Sukapura), H. Mansyur atau Bantang Permana Dipuntang. Sri Gading Anteg atau ada yang meyakininya sebagai Raden Kian Santang merupakan putra dari Prabu Purbawisesa ( Sri Baduga Maharaja) / Prabu Siliwangi dari istri kedua Ny. Rd. Pramadewa.

Berhubungan dengan Altar ( Peninggalan ) sejarah di suatu tempat, beragam legenda/cerita mewarnai eksistensinya, seperti halnya menyangkut Gua Anteg.
Konon ceritanya, goa tersebut adalah tempat persembunyian Prabu Siliwangi.
Prabu Kian Santang menginginkan Ayahandanya Raden Prabu Siliwangi untuk memeluk Agama Islam, Dikarenakan keteguhannya pada ajaran leleuhurnya dan tidak mau berselisih dengan anaknya, Prabu Siliwangi akhirnya meninggalkan istana dan bersembunyi di Gua Anteg.
Raden Prabu Kian Santang yang kehilangan jejak kemudian berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa, hingga akhirnya mendapat petunjuk untuk mengaruk tanah dengan Ceker ( kaki ) Ayam putih hingga akhirnya menemukan pintu Gua, yang kini diberi nama Goa Anteg. Gua Anteg pada masanya diyakini sebagai salah satu tempat aktifitas ritual Sri Gading Anteg dan adanya keterkaitan dengan perjalanan ritual Syech Abdul Muhyi sebelum menemukan Gua Safarwadi di Pamijahan. Tak berapa jauh dari lokasi Gua Anteg di kaki gunung Malabar dan Gunung Manik ada peninggalan sejarah lain berupa Batu di tengah hutan larangan.
*****

(doc.foto kuncen Dede abdul karim dan Gua Anteg)

Leave a Reply

Your email address will not be published.