Connect with us

Pendidikan

Hasil Kreatifitas Tata Busana SMK IT Nurulhikmah Tasikmalaya Siap Pasar

Published

on

Kabupaten Tasikmalaya,- Kebanyakan para lulusan sekolah masih kelabakan dalam mencari pekerjaan. terkadang pekerjaan yang didapat tidak sesuai dengan izasah sekolah.

Membidik peluang usaha pasca lulus sekolah harus terencana sejak awal secara matang, termasuk salah satunya harus pandai memilih jurusan mata pelajaran disekolah.

Peluang usaha dan daya saing yang masih minim pada sektor yang berkaitan dengan tata busana, dewasa ini sangat menjanjikan.
Dari tahun ke tahun kebutuhan sandang dimasyarakat cenderung meningkat apalagi jika ada mode yang lagi ngetrend.

DiKabupaten Tasikmalaya satu-satunya sekolah yang membuka jurusan Tata Busana yakni SMK IT NURUL HIKMAH.

Sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Nurul Hikmah Unara yang beralamat di Kampung Unara, Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras ini, berdiri Tahun 2007. Kedisiplinannya dalam menjalankan komitmen sekolah sangat tegas.

Di jurusan tata busana, siswa/i nya dituntut harus bisa membuat baju sendiri. Dimana dari keahlian tersebut, siswa bisa belajar mandiri.

Dijurusan Tata Busana tiap tahun siswa membuat baju batik buatan sendiri. Keberhasilan ini juga tidak lepas dari campur tangan Guru Tata busana alumni 2011.

Maka tak heran jika alumni lulusan SMK IT NURUL HIKMAH ini banyak yang langsung bekerja. Bahkan diantaranya, begitu lulus sekolah salah satu alumninya langsung diterima di Pabrik Kahatex dengan mendapatkan gaji yang fantastis.

Dikatakan Kepala SMK IT NURUL HIKMAH, Dudu Durahman,S.Pd.i, mengatakan, Jurusan tata busana memang memiliki prospek cerah dan minim daya saing. Pada saat prakerin (magang/latihan) disalah satu garmen di Cisumur ( kawalu), alumni dari SMK IT NURUL HIKMAH siap ditampung dan dipekerjakan tanpa dibatasi.

“Makanya anak-anak dari jurusan tata busana dituntut harus bisa bikin baju sendiri sejak dini. dijurusan ini, anak- anak tidak bisa main-main, harus bisa dan harus jadi. Jadi ketika lulus, mereka tinggal mematangkan, jadi tidak kaku lagi”, tandas Dudu didampingi Komite Sekolah, Dudung Abdul Rahman,S.Ag.

Dalam hal penciptaan kreativitasnya, Sekolah memberikan kebebasan pada murid untuk berekspresi dalam menuangkan idenya. Mulai dari membeli bahan, warna dan modenya . Guru sebatas memberi panduan untuk jenis baju dan ukuran yang harus dibuat.

” Dalam setahun rerata membuat 2 buah baju karena terbentur finansial, ujar Dudu sembari merinci harga bahan baju paling tinggi Menghabiskan biaya hingga Rp.450,000.”,.

Hasil kreativitas anak selama ini belum sampai tahap produksi, tapi di rumahnya bagi anak yang rajin dan memiliki mesin jahit sudah bisa menghasilkan uang. Bagi anak yang tidak mempunyai mesin jait suka membawa baju dari rumah dan dikerjakan disekolah.

“Sementara sudah beberapa tahun ini, hasil kreativitas anak hanya untuk dikonsumsi sendiri. Mereka tidak mau menjualnya. Lebar saurna, mending dipake sendiri. ada kebanggaan tersendiri ketika memakainya”, ujarnya.

karena SMK IT NURUL HIKMAH membuka jurusan berbeda dengan sekolah lain Komite SMK IT Nurul Hikmah, Dudung Abdul Rahman,S.Ag, melihat peluang usaha untuk Jurusan tata busana terbuka sangat lebar, terbukti, baru saja anak-anak magang di garmen, pihak perusahaan sudah memberi peluang, siap dipekerjakan.
Setiap tahun pendaftar yang mengambil jurusan tata busana mengalami kenaikan. untuk itu SMK IT NURUL HIKMAH berencana menambah 2 ruangan untuk jurusan tata busana yang kini sedang dikerjakan. Siswanya sendiri ada yang berasal dari luar daerah semisal garut,manonjaya, Cineam.

“Bagi siswa jauh, sekolah sudah menyediakan pondokan dan makan gratis di pesantren Nurul Hikmah Unara”, ungkap Dudung.
*** ( Rusdianto/Nolduanews.com)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Ratusan Siswa SD di Ciamis Ikuti Lomba OSN Tingkat Kabupaten

Published

on

CIAMIS – Sebanyak 297 siswa/siswi Sekolah Dasar (SD) dari 27 Kecamatan se Kabupaten Ciamis, mengikuti kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/3) di SD Negeri 1 Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan tersebut mengusung tema Olimpiade Sains Nasional Mewujudkan Generasi Kompetitif, Berkarakter, Berkualitas dan Adaptif terhadap perubahan.

Kabid. Pendidikan Dasar H. Jajang berfoto bersama Kasi Peserta Didik Deni, S.Pd pada kegiatan OSN Tingkat Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/3/2019). Foto: Ferry/Nolduanews

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, H. Jajang mengatakan, tujuan kegiatan OSN ini yaitu menyediakan wahana bagi peserta didik SD, untuk mengembangkan bakat do bidang Matematika dan IPA. Sehingga peserta didik dapat berkreasi, terampil, memecahkan masalah, dan mampu mengembangkan aspek kepribadiaanya.

“Selain itu juga untuk memotivasi peserta didik agar selalu meningkatkan kemampuan spiritual, emosional, dan intelektual berdasarkan norma dan tata nilai yang baik,” katanya.

Jajang menyampaikan, dalam kegiatan OSN ini diikuti sebanyak 297 peserta dari SD se Kabupaten Ciamis. Sedangkan untuk lomba yang dipertandingkan sebanyak 6 mata lomba yaitu, Olimpiade Sains Nasional (OSN) diikuti sebanyak 162 orang, Lomba Menulis Cerpen 27 orang, Lomba Baca Puisi 27 orang, Lomba Cipta Pantun 27 orang, Lomba Cipta Syair 27 orang, dan Lomba mendongeng 27 orang.

“Bidang pelajaran Matematika dan IPA itu, tidak terikat dan tidak mengacu pada panduan kurikulum 2013 (Kurtilas). Makanya, untuk Matematika harus banyak membaca dari beberapa sumber. Sedangkan untuk soal Sains saat ini, itu sangat sulit,” ucapnya.

Jajang menambahkan, kegiatan Olimpiade Sains Nasional ini dapat memberikan keilmuan diluar panduan Kurtilas, baik itu kepada siswa maupun guru pengajar. Karena saat ini, kelemahan Ciamis itu adalah bidang Matematika dan IPA.

“Bagi peserta yang nanti keluar sebagai juara pertama, akan kembali ditandingkan di tingkat Provinsi pada tanggal 28 Maret 2019 di Lembang, Bandung. Mudah-mudahan nanti, OSN tingkat Provinsi bisa masuk 5 besar, sehingga bisa mengharumkan Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews.com)

Continue Reading

Pendidikan

Gali Potensi dan Kemampuan Guru Paud, Disdik Ciamis Gelar Lomba Karya Nyata

Published

on

CIAMIS – Dalam rangka menggali potensi, bakat, minat dan kemampuan guru serta tenaga kependidikan Paud, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis melalui Bidang Pembinaan Paud, menggelar Lomba Karya Nyata Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Paud dan PNF Tingkat Kabupaten Ciamis, Rabu (6/3/2019) di Gedung Galuh Rahayu (Golkar) Ciamis.

Kegiatan Lomba Karya Nyata ini diikuti sebanyak 54 orang, yang merupakan perwakilan dari 27 UPTD Pendidikan Kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

Kabid Pembinaan Paud, Hj. Tita Rosita mengatakan, tujuan kegiatan lomba Karya Nyata GTK Paud ini, untuk menggali potensi, bakat, minat dan kemampuan guru dan tenaga kependidikan Paud, serta unjuk kemampuan dan kebolehan guru dan tenaga kependidikan anak usia dini.

“Selain itu juga, tujuan lomba karya nyata ini untuk mengarahkan kemampuan guru dan tenaga kependidikan anak usia dini tampil di depan publik, serta menjaring kejuaraan untuk mengikuti lomba ke tingkat Provinsi,” katanya.

Tita menambahkan, untuk juri dalam Lomba Karya Nyata ini sebanyak 6 orang, yang terdiri dari unsur Himpaudi sebanyak 5 orang, dan praktisi Paud dan PNF sebanyak 1 orang.

Sedangkan untuk materi penilaian lomba, lanjut Tita, ada 3 materi yang akan di nilai oleh juri, diantaranya penilaian Administrasi, Penilaian Naskah Karya Nyata, dan Penilaian Presentasi Karya Nyata.

“Untuk juara 1 nantinya akan menjadi perwakilan Kabupaten Ciamis, untuk mengikuti lomba Apresiasi GTK Paud dan Dikmas ke tingkat Provinsi Jabar, yang rencananya akan dilaksankan pada tanggal 4-6 April mendatang,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews.com)

Continue Reading

Pendidikan

Tingkatkan Keterampilan Agama Islam, 783 Peserta SD Ikuti Lomba Pentas PAI Tingkat Kabupaten Ciamis

Published

on

CIAMIS – Sebanyak 783 pelajar Sekolah Dasar (SD) dari 27 Kecamatan di Kabupaten Ciamis, ikuti Lomba Pentas PAI Tingkat Kabupaten Ciamis, Kamis (28/2) di SD Negeri 1 Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Lomba Pentas PAI ini bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan, kecerdasan dan Prestasi Siswa dalam Bidang Pendidikan Agama Islam.

Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, Ojo mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan agama Islam, menumbuhkan ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Pembukaan Lomba Pentas PAI se-Kabupaten Ciamis, Kamis (28/2/2019). Foto: Ferry/Ndn

“Jumlah peserta sebanyak 783 orang, yang terdiri dari mata lomba, Lomba Cerdas Cermat sebanyak 81 orang, Pildacil sebanyak 54 orang, Musabaqoh Witil Quran sebanyak 54 orang, Qosidah Rebana sebanyak 405 orang, Keserasian bacaan solat sebanyak 81 orang, Kaligrafi 54 orang, dan MTQ 54 orang,” katanya.

Ojo menambahkan, bagi peserta yang berhasil juara 1 di setiap mata lombanya, akan menjadi perwakilan Kabupaten Ciamis dalam Pentas PAI tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Nanti yang juara 1 akan jadi wakil Ciamis untuk ikut lomba Pentas PAI tingkat Provinsi Jabar, yang akan di berlangsung pada tanggal 29 April 2019 di Kabupaten Sumedang, dan juga akan dilanjutkan di Tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Makasar bulan Juni 2019,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Drs. H. Wawan S Ariefin mengatakan, pihaknya menitipkan kepada Panitia dan Dewan Juri untuk memilih yang terbaik, jangan sampai mengorbankan anak-anak yang harusnya jadi Juara malah tidak juara.

“Jangan sampai terjadi hal-hal yang demikian karena sangat merugikan anak yang berprestasi. Pentas PAI ini adalah sebagian kecil dari pada kegiatan keagamaan di SD, yang lebih utama ini adalah masalah ahlak dan adab, adab seorang siswa ke siswa lagi, adab siswa ke guru, adab siswa ke orang tua, itulah yang harus disikapi dan diberikan kepada anak-anak kita di sekolah,” pungkasnya. Ferry/Nolduanews

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: