Ini Cerita Kakek 72 Tahun, Geluti Potong Rambut Keliling

0
3 views

CIAMIS – Saat ini memang sudah banyak profesi sebagai tukang cukur rambut, dari mulai remaja, dewasa sampai orang tua juga ada yang menggeluti jasa yang satu ini. Di Kota Ciamis sendiri, tukang cukur rambut sudah marak, dan banyak ditemui di wilayah Kota Ciamis.

Banyaknya tukang cukur, menjadikan suatu persaingan tersendiri bagi profesi potong rambut untuk menarik minat pelangganya, selain peralatan yang canggih dan modern, trend gaya potong zaman sekarang juga disajikan oleh beberapa pangkas rambut di Ciamis ini.

Berbeda halnya dengan Ajo warga Sukajadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Untuk menggeluti jasa potong rambut, ia berjalan kaki berkeliling di seputaran Kota Ciamis menjajakan jasanya sebagai tukang cukur rambut kepada masyarakat.

Kakek tua yang berusia 72 tahun ini, merupakan satu-satunya jasa potong rambut keliling di Kota Ciamis, di tengah maraknya jasa potong rambut atau Barber Shop yang modern dan mempunyai gaya potong yang trendi di kalangan remaja saat ini.

“Saya menggeluti jasa potong rambut sudah 50 tahunan, dari mulai lulus sekolah saya sudah mencukur rambut, dulu saya mempunyai tarif harga hanya Rp 1.000 per kepala, saat ini hanya Rp 10 ribu per kepala,” ujarnya saat ditanya Nolduanews, Sabtu (4/8/2018).

Ajo mengungkapkan, keahlianya mencukur rambut itu merupakan warisan dari ayahnya, yang diajarkan kepada dirinya sejak kecil. Bahkan peralatan cukur rambutnya dari jaman dulu hingga sekarang, Ajo hanya memakai peralatan seadanya, bisa di bilang tradisional.

“Peralatan cukur rambut ya biasa saja, seperti gunting dan sisir, sama lah seperti yang dulu,” ungkapnya.

Kakek dari 6 cucu ini, sudah biasa berjalan kaki. Berangkat mencari nafkah dari rumahnya dari pagi hari, memakai Peci yang sudah kusut dan tas peralatan cukurnya yang sudah jelek karena sudah puluhan tahun digunakan.

“Dulu saya mempunyai kios sendiri di daerah Cikoneng Ciamis selama 2 tahun, namun karena waktu itu belum banyak peminatnya, membuat saya jenuh. Dari pada saya duduk-duduk saja kan bosan, saya putuskan untuk keliling saja berjalan kaki sambil olahraga, kan kalau jalan kaki sehat,” ucapnya.

Untuk penghasilan lanjut Ajo, biasa membawa uang kalau sedang rame Rp 50 ribu per hari, tetapi kalau sedang sepi hanya membawa Rp 10 sampai 20 ribu per harinya. Bahkan dia juga sering tidak membawa pulang uang sama sekali.

“Seringnya sih tidak membawa uang, tapi tetap di syukuri walupun tidak membawa uang sama sekali ke rumah, dengan di berikan kesehatan sampai saat ini oleh Alloh swt, juga merupakan rejeki yang besar bagi saya, karena rejeki pemberian apapun oleh tuhan itu yang terbaik bagi kita,” tuturnya.

Ajo menambahkan, bahwa dirinya beberapa kali pernah dilarang oleh anak-anaknya, agar jangan menggeluti profesi cukur rambut keliling, karena mungkin takut terjadi hal yang tidak diinginkan kepada kakek tua ini.

“Sering sih dilarang oleh anak-anak saya, tapi dari pada saya meminta-minta kepada orang, selama saya mampu mencukur saya akan terus mencukur, mudah-mudahan saya diberi kesehatan terus oleh Alloh swt,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here