Kabupaten Ciamis Daerah Paling Rawan Bencana ke 16 se-Indonesia

Ilustrasi net

CIAMIS- Sejumlah titik wilayah di Kabupaten Ciamis teridentifikasi rawan bencana. Bahkan, tahun 2016 bencana kerap terjadi di sejumlah wilayah utamanya wilayah Banjarsari, Pamarican dan Banjaranyar yang terkena banjir bandang.

Peningkatan jumlah bencana selama tahun 2016 menjadikan Kabupaten Ciamis naik peringkat dari urutan 22 menjadi urutan 16 sebagai daerah rawan bencana tingkat nasional. Sedangkan di tingkat Jawa Barat Ciamis naik peringkat dari posisi 8 menjadi posisi 6. Informasi tersebut didapat berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Belakangan ini di Kabupaten Ciamis kerap terjadi bencana, makanya Ciamis terus naik peringkat sebagai daerah yang rawan bencana,” kata Bupati Ciamis H Iing Syam Arifien saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Ciamis di aula Bapeda Kabupaten Ciamis Rabu (30/11/2016).

Iing menyebut saat ini, untuk posisi pertama daerah rawan bencana masih ditempati oleh Kabupaten Garut, kedua Kabupaten Sukabumi dan ketiga Kabupaten Tasikmalaya.

Diakui Iing, Kabupaten Ciamis selain rawan bencana banjir di wilayah selatan Ciamis seperti Kecamatan Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar dan Kecamatan Pamarican, juga rawan tanah longsor dan pergerakan tanah di wilayah utara Ciamis seperti Kecamatan Cikoneng, Panawangan, Cihaurbeuti dan Panumbangan.

“Ciamis itu mempunyai sungai yang besar dan banyak pegunungannya sehingga memang rawan banjir dan longsor,” ujarnya.

Iing menghimbau kepada masyarakat yang berada didaerah  rawan bencana untuk selalu berhati-hati dan siap segalanya. “Apalagi saat ini, Kabupaten Ciamis setiap hari diguyur hujan,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Dicky Erwin Juliady mengatakan, selama ini bencana yang terjadi di Kabupaten Ciamis belum termasuk tanggap darurat melainkan hanya keadaan darurat saja, karena tidak menimbulkan korban jiwa. Penanganan sementara untuk keadaan darurat mulai dievakuasi hingga mendirikan dapur umum.

“Beruntung setiap bencana yang terjadi di Kabupaten Ciamis ini tidak ada korban jiwa. Itu berarti pengurangan resiko bencana sudah dipahami oleh masyarakat. Pemerintah di tingkat bawah seperti RT, RW sudah berjalan dengan baik,” ujarnya. (Coke)***

Beri Komentar