Kepemimpinan Transformatif

Oleh : Hendriawan Firmansyah *)

Banyak sekali pengertian-pengertian yang berhubungan dengan persoalan kepemimpinan, baik secara mendasar maupun secara umum. Kepemimpinan sebagaimana yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, tergantung pada perspektif yang digunakan.

Kepemimpinan dapat didefinisikan berdasarkan penerapannya pada semua bidang, misalnya dibidang militer, olahraga, bisnis, pendidikan, industri dan bidang-bidang lainnya.

Kepemimpinan merupakan salah satu topik yang selalu menarik untuk dikaji dan diteliti, karena paling banyak diamati sekaligus fenomena yang paling sedikit dipahami. Fenomena kepemimpinan di negara Indonesia juga telah membuktikan bagaimana kepemimpinan telah berpengaruh sangat besar terhadap kehidupan berpolitik dan bernegara.

Kepemimpinan merupakan sebuah proses dimana seorang individu mempengaruhi sekelompok individu yang lain untuk mencapai suatu tujuan.

Definisi kepemimpinan setiap penulis literatur kepemimpinan pada umumnya mengajukan pengertian tersendiri tentang kepemimpinan. Dari definisi yang berbeda-beda tersebut mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum, seperti di dalam satu fenomena kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau lebih di dalam melibatkan proses mempengaruhi, di mana pengaruh yang sengaja digunakan oleh pemimpin terhadap para bawahan dan juga mempunyai makna dan tujuan yang sama yaitu bagaimana menciptakan suasana lingkungan, pemikiran dan tindakan para staff atau team work agar dapat melakukan pekerjaannya sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi.

Dari beberapa sumber tentang teori kepemimpinan, beberapa teori kepemimpinan dari studi kepemimpinan itu sendiri diantaranya adalah: 1) Teori Great Man dan Teori Big Bang. Ini merupakan teori dimana kekuasaan berada pada sejumlah org tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin.

Selanjutnya mengenai teori Big Bang, ini menjelaskan suatu keadaan atau peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin.

2) Teori sifat (karakteristik) kepribadian. Ini menjelaskan bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin apabila memiliki sifat yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Keefektifan pemimpin ditentukan oleh sifat, perangai atau ciri kepribadian yang bukan saja bersumber dari bakat, tapi dari pengalaman dan hasil belajar.

3) Teori Perilaku (Behavior Theories). Ini menjelaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan.

4) Teori Kontingensi atau Teori Situasional. Teori ini berpendapat bahwa tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi. Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas umum untuk semua situasi.

Birbicara mengenai kepemimpinan transformatif, mengutip dari Audi Ul Hakim dalam artikelnya Kepemimpinan transformatif didefinisikan sebagai kepemimpinan dimana para pemimpin menggunakan kharisma mereka untuk melakukan transformasi dan merevitalisasi organisasinya. Akan tetapi, kepemimpinan transformatif berbeda dengan kepemimpinan kharismatik, yang secara kita lihat kepemimpinan kharismatik ini terlihat dari dua mantan presiden indonesia yaitu soekarno atau soeharto.

Kalau kita liat secara lebih dekat bahwa pemimpin yang transformatif lebih mementingkan revitalisasi para pengikut dan organisasinya secara menyeluruh ketimbang memberikan instruksi-intruksi yang bersifat top down.

Pemimpin yang transformatif lebih memposisikan diri mereka sebagai mentor yang bersedia menampung aspirasi para bawahannya. Pemimpin yang transformatif lebih menekankan pada bagaimana merevitalisasi institusinya, baik dalam level organisasi maupun negara.

Hari ini, salah satu gaya kepemimpinan yang dianggap efektif dalam pengelolaan organisasi adalah gaya kepemimpinan transformasional atau transformatif. Oleh karena itu, seyogyanya seorang kepala atau ketua dalam sebuah organisasi mencoba mengimplementasikan gaya kepemimpinan transformatif tersebut dalam mengelola organisasi yang diampunya agar dapat meningkatkan produktivitas dan efektifitas dalam organisasi. ***

*) Fungsionaris HMI Cabang Ciamis. Badko HMI Jawa Barat