Komisi II DPRD Pangandaran Tangkap Basah Kebocoran Retribusi Wisata

Ketua Komisi II DPRD Pangandaran Saat Menemukan Pengunjung Yang Diminta Uang Oleh Petugas Toll Gate Tapi Tidak Dikasih Tiket. (Suleng/NDNews)

PANGANDARAN-Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran temukan sejumlah kebocoran retribusi di lokasi objek wisata yang ada di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran Endang Ahmad Hidayat mengatakan, setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan, banyak kejadian pengunjung yang tidak membeli tiket di pintu masuk.

“Kejadian yang terpantau oleh kami, beberapa pengunjung ada yang mengasih uang tetapi tiket yang diterima pengunjung tidak sesuai dengan uang yang dikasih ke petugas,” kata Endang.

Dia menjelaskan, pihaknya pernah menangkap basah kecurangan yang dilakukan oleh petugas toll gate Batu Hiu, dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung yang datang.

“Harga tiket untuk motor Rp14 ribu, rombongan yang menggunakan motor sebanyak 7 motor kok bisa lolos hanya dengan mengasih uang Rp60 ribu dan tiket yang dikasikan hanya 3 tiket,” tambahnya.

Endang menegaskan, hendaknya petugas yang berjaga disetiap pintu toll gate menerapkan disiplin agar pendapatan asli daerah (PAD) Pangandaran dari retribusi wisata tercapai sesuai yang ditargetkan.

Salah satu wisatawan asal Jawa Tengah Wahyu, 16, mengaku dirinya masuk ke lokasi objek wisata pantai Batu Hiu bersama rekannya sebanyak 7 motor.

“Waktu kami lewat di pintu masuk toll gate dipinta uang bayar karcis Rp60 ribu dan dikasih 3 tiket untuk 7 motor,” kata Wahyu.

Sebagai pengunjung, Wahyu mengaku tidak mengetahui kenapa persoalan tersebut terjadi, dirinya hanya berkeinginan masuk ke lokasi objek wisata saja tanpa mengetahui berapa harga tiket yang diberlakukan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Asep Permana saat dikonfirmasi mengaku beberapa pengunjung yang datang sebagian besar tidak menyadari fungsi tiket yang diberikan oleh petugas.

“Dalam lampiran tiket yang diberikan petugas ada asuransi jiwa untuk pengunjung, namun mereka banyak yang nawar harga, sehingga tiket yang diberikan petugas tidak sesuai dengan kendaraan rombongan,” kata Asep.

Asep menambahkan, petugas toll gate yang berjaga terdiri dari 16 tenaga sukwan dan 3 PNS sehingga tidak seimbang antara jumlah pengunjung dengan petugas yang tersedia.

“Kadang kami kewalahan saat melayani pengunjung yang masuk ke pitu toll gate sehinga banyak juga yang lolos tidak membayar tiket,” pungkasnya. (Suleng Abdi Sagara/Nolduanews.com)