Menyambung Hidup dari Sampah

Suasana di TPA Handapherang menyambung hidup dari sampah. (foto: Ferry/NDNews)

CIAMIS – Sampah dinilai oleh sebagian orang mungkin disebut barang kotor yang tidak berharga. Tetapi di tangan Rosidin (72) salah satu pemulung warga Dusun Cikatomas Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis sampah merupakan hal utama untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, karena melalui sampah Rosidin bisa mendapatkan rupiah.

Saat ditemui di tempat kerjanya di tempat pembuangan akhir (TPA) Rosidin menceritakan keseharianya dalam memulung sampah untuk di jual ke pengepul agar bisa mendapatkan sedikit rupiah.

“Saya memulung di tpa ini sudah lama sejak tahun 1982 dan tpa baru di buka. Saya sudah memulung. Sampah yang saya ambil hanya berupa pelastik, kertas dan botol,” ujarnya, Sabtu (19/8/2017).

Rosidin menambahkan dari hasil penjualan sampah yang sudah di jual ke pengepul, biasanya Rosidin hanya mendapatkan sekitar 20 sampai 30 ribu setiap harinya.

“Setiap harinya saya bisa mendapat uang 20 sampai 30 ribu saja. Uang itu hanya bisa saya pergunakan untuk makan sehari-hari saja dengan istri saya di rumah,” ungkapnya.

Terkait akan di pindahkanya TPA Ciamis ke Kawali dan Banjarsari. Rosidin hanya bisa pasrah karena dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menjaga mata pencaharianya sehari-hari tersebut.

“Saya sudah mendengar bahwa tpa ini akan dipindahkan dan ditutup karena nantinya ada bendungan. Saya sih pasrah saja walaupun tpa ini merupakan satu-satunya kehidupan saya,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)