Meriahnya Ngagubyag Dalam Rangka Maulid Abah Aos

0
1 views

CIAMIS: Tak lengkap rasanya kalau Maulid Syekh Mursyid TQN Suryalaya tidak ada acara ngagubyag atau menangkap ikan dengan tangan kosong di kolam. Tradisi ngagubyag ketika memperingati kelahiran Syekh mursyid juga kerap dilakukan ketika Syekh Sohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) masih hidup. Abah Anom yang mempunyai banyak kolam menghadiahkan ikannya untuk ditangkap ramai-ramai.

Begitupun ketika Mursyid ke 38 TQN Suryalaya Syekh Muhamad Abdul Gaos SM ulang tahun atau milad ke 76. Tradisi ngobeng lauk pun dilakukan dengan meriah. Seperti yang digelar Jumat (30/8/2018). Ratusan warga dan ikhwan TQN Suryalaya-Sirnarasa turun ke kolam untuk menangkap ikan dengan tangan kosong. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini pesertanya lebih banyak dan ikannya besar-besar.

Kolam seluas sekitar 20×50 meter itu diisi dengan berbagai macam ikan sebanyak 1 ton. Sementara yang ngobengnya  atau pesertanya mencapai ratusan orang, maka keriuhan pun tak terelakan. Tua-muda laki-laki perempuan saling berburu ikan.

Mereka dengan sukacita melakukakannya. Bahkan beberapa wakil talqin dan para ustadz ikut berbaur. Katanya ini sebagai bentuk kaul atau partisipasi atau milad Abah Aos. Guru Mursyid tampak dengan riang memperhatikan para peserta yang berjibaku dalam lumpur di kolam.

Saking banyaknya peserta ngagubyag, maka ikan sebanyak 1 ton itu habis dalam satu jam. Peserta yang berhasil mendapatkan lele dumbo dihadiahi oleh Abah Aos Rp 165 ribu. Nilai hadiah itu sebagai simbol TQN yakni dzikir yang kerap dilakukan habis shalat fardu 165 kali.

“Tradisi ngagubyag adalah bagain untuk membahagiakan masyarakat,” kata KH Dadang Mulyawan Ketua panitia penyelenggara.

Ngagubyag memang diadakan satu tahun sekali setiap milad, berat ikannya disesuaikan dengan usia Abah Aos saat milad. Adapun ikan yang disebar ke kolam berasal dari para ikhwan yang mencintai Abah.

Ade Suhaeli, warga Ciomas mengaku gembira setiap tahun bisa mendapatkan ikan gratis. “Asyik juga, meski basah-basahan dan kotor-kotoran, dapat ikan banyak dan hadiah,” ujar Ahmad. Dia berharap budaya Ngagubyag itu dilakukan tahun depan.

“Acara ngagubyag ini membuat kita bahagia, hatur nuhun Abah,” timpal Sudrajat peserta lainnya.(rev/nolduanews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here