Miris, 3 Siswa SMK Terpaksa Ujian Nasional di Polres Ciamis

0
137 views

Ciamis – Pemandangan miris dan tidak lazim terlihat di Polres Ciamis. Betapa tidak 3 orang pelajar SMK tampak serius mengerjakan ujian nasional. Seharusnya mereka mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan mulai Senin (25/3/2019) di sekolah masing-masing. Namun tidak bagi 3 pelajar di Ciamis ini. Karena menjadi tersangka kasus pengeroyokan, terpaksa mereka melaksanakan ujian di Mapolres Ciamis.

Meskipun harus mengerjakan ujian tertulis di salah satu unit Satreskrim Polres Ciamis namun mereka tampak serius mengerjakan soal – soal tersebut. Walaupun karena keterbatasan mereka tidak bisa mengerjakan ujian nasional dengan menggunakan komputer.

Menurut salah seorang pengawas ruangan yang enggan disebutkan namanya ketiga siswa ini mengerjakan soal tertulis di Polres Ciamis tetapi dengan pengawasan oleh guru sekolah masing – masing.

“Untuk menghemat waktu, juga keterbatasan meski UNBK, tapi disini mengerjakannya pakai tertulis, nanti proktor di sekolah memasukannya melalui komputer. Khawatirnya kalau pake komputer disini tidak bisa masuk server,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto membenarkan ada siswa SMK yang melaksanakan ujian nasional di Polres Ciamis. Para siswa ini tersangka tindak pidana pasal 170 dan 169 KUHPidana tentang pengeroyokan, dengan ancaman 7 tahun penjara. Waktu itu kasus pengeroyokan geng motor.

Dikatakan Hendra sebetulnya ada 2 siswa SMK/SMA lagi yang sebelumnya juga melaksanakan ujian, namun mereka berasal dari paket kesetaraan. Pihak kepolisan sebelumnya telah mendapat pemberitahuan dari pihak sekolah, lalu difasilitasi untuk melaksanakan ujian di Polres selama 4 hari ke depan.

“Kebetulan mereka sudah kelas XII SMK dan sudah terdaftar jadi peserta ujian nasional, jadi kita arahkan ke pihak sekolah melaksanakan ujian di Polres, dalam pengawasan kami,” paparnya.

Lebih jauh Hendra menuturkan pihaknya juga sudah memberikan kesempatan kepada 3 tersangka tersebut untuk belajar di ruang tahanan, sebelum melaksanakan ujian.

“Mereka diperbolehkan belajar terlebih dahulu sebelum melaksanakan ujian,” pungkas Hendra. (Ayu/Nolduanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here