MUI Minta Usut Tuntas Kasus Tari Erotis di Pantai Kartini

0
0 views

Jakarta – Ketua MUI Kabupaten Jepara KH Mashudi meminta polisi mengusut tuntas kasus tari erotis di Pantai Kartini. Sejauh ini polisi menetepkan dua tersangka, tapi MUI minta yang terlibat dihukum. MUI akan terus memantau proses hukum yang tengah berjalan. Sebab, aksi tersebut tak hanya melanggar hukum, tapi juga norma agama, kesusilaan, dan sosial.

“Kami akan memantau terus proses hukumnya kita percayakan kepada aparat hukum ,” kata Mashudi di Mapolres Jepara, Senin (16/4/2018) kemarin.

Hal senada dikemukakan Komnas Perempuan dia meyakini ada pihak yang mengkoordinir para penari erotis dalam acara tersebut.

“Mungkin industri hiburannya yang seharusnya dicek. Apakah ada potensi eksploitasi terhadap perempuan atau trafficking? Jadi, jangan lihat soal porno atau asusilanya dulu,” kata Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin seperti dilansir detikcom.

Aksi tarian erotis terjadi pada Sabtu (14/4) dan videonya kemudian viral. Manager Pantai Kartini, Joko Wahyu Sutejo, mengatakan di dalam surat permohonan izin tidak dijelaskan secara mendetail susunan acara.

Polres Jepara sejauh ini menetapkan dua tersangka dalam kasus tarian erotis, yakni H dan B yang merupakan panitia penyelenggara. Polisi diminta mengusut tuntas kasus ini.

“Kita sudah ketemu dengan panitianya dua minggu lalu, mereka hanya memberikan keterangan pinjam tempat untuk ultah NMAX dan hiburan dangdut gitu saja. Ketuanya kalau tidak salah Jalil dan ketua NMAX (Jepara) Faiz,” papar Joko.

Sementara itu Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan tersangka H dan B dijerat UU Pornografi dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Keduanya telah ditahan untuk mempermudah penyidikan.

Polisi juga masih mencari 3 penari yang disebut berasal dari Semarang itu. Selain itu, polisi juga juga mengejar orang-orang yang diduga terlibat lainnya.

“Kami melakukan pengejaran semua orang yang terlibat dalam kasus ini,” tegasnya.

Menurut dia, panitia yang menggagas kegiatan tersebut dinilai telah melanggar aturan. Sebab, apa yang terjadi tidak sesuai dengan izin rundown acara yang diajukan semula.

Sesuai izin, acara reuni komunitas Yamaha NMAX diikuti sekitar 100 orang, dimulai pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan dimeriahkan hiburan organ tunggal.

 

“Kami sangat sayangkan. Izinnya diramaikan dengan organ tunggal, tapi kenyataannya tidak sesuai. Kami sudah periksa sejumlah saksi,” tuturnya.

Meski polisi dan pengelola pantai menyebut acara itu digelar Komunitas Motor Yamaha NMAX, tapi Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) selaku induk organisasi pecinta NMAX membantahnya. Ketua Umum YNCI, Yudi Kusuma, menegaskan acara tersebut bukan acara yang dibuat oleh organisasinya.

“Dengan ini saya mewakili seluruh member Yamaha NMAX Club Indonesia menyatakan bahwa itu bukanlah acara kami (YNCI). Dan kami mengutuk keras kejadian tersebut,” ujar Yudi dalam rilisnya.

(idh/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here