Nilai Tukar Rupiah Lemah, Agun Minta Jangan Panik

0
0 views

CIAMIS – Melemahnya nilai tukar Rupiah kepada Dollar, masyarakat dihimbau jangan terlalu panik dan resah. Jangan mengukur nilai tukar rupiah saat ini dengan tahun 1998, hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Agun Gunandjar Sudarsa.

“Saya contohkan, saya dulu merokok satu bungkus Rp. 6.000 rupiah, rokok yang sama, merk yang sama dan jumlah batang yang masih sama. Saat ini saya beli Rp. 22 ribu, tapi tetap rokoknya yang itu, jadi gak bisa pergeseran perubahan nilai itu dengan secara kuantatif, angka nominal seperti itu, tapi memang ada teori-teori perbanding secara sistematik, dan boleh bisa dijelaskan oleh pakarnya,” kata Agun, saat kegiatan Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tatakelola Keuangan Desa Dengan Aplikasi Siskeudes, di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Kamis (6/9/2018).

Agun menyampaikan, pihaknya juga berkeyakinan sebagai orang politik, memang adanya persoalaan. Untuk melakukan penguatan menurutnya sederhana, namun memang pelaksanaanya harus dengan kerja keras.

“Segala sesuatu yang membuat kenaikan nilai tukar Dollar, yaitu impor, jadi batasi impor atau kalau perlu barang masuk lewat impor, karna yang namanya impor sudah pasti transaksinya Dollar. Tapi sebaliknya ekspornya, supaya kita dapat banyak Dollar, kita kejar dan kita tingkatkan ekspornya,” ucapnya.

Pengembangan pada teknologi era industri kedepan lanjut Agun, Biodiesel semakin hari semakin berkurang, tenaga energi listrik semakin maksimal, maka dorong teknologi industri saat ini.

“Saya menyarankan dorong sektor pariwisata, kenapa karena saya ini orang kampung. Kalau terjadinya kritis merawan yang membahayakan itu apabila kondisi perekonomian kita, di pasar lesu, orang mau beli gak bisa, transaksi gak ada, angkutan jalan raya berhenti. Semua gejala itu saya lihat tidak ada semuanya jalan,” ungkapnya.

Agun mengungkapkan, keresahan masyarakat saat ini timbul karena adanya Hoax, jadi sebetulnya masyarakat jangan terlalu panik dan resah. Karena, Pemerintah sangat amat serius untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan-kemungkinan yang ada.

“Akan semakin kondusif ketika kita tetap tenang, kita tidak panik dan termakan Hoax. Akhirnya orang tidak mau menjual barang, tidak melepas barang. Itu yang membahayakan, tapi hari ini normal-normal saja. Jadi tidak boleh termakan Hoax,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here