Connect with us

BisnisWisata

Oleh-oleh Khas Pangandaran Bukan Hanya Ikan Laut

Published

on

oleh oleh khas pangandaran

PANGANDARAN: Anda sedang berlibur di Pangandaran? jangan lupa bawa pulang oleh-oleh khasnya. Taki lengkap kalau ke Pangandara tak mencicipi kulinernya yang maknyos. Nah ini Dia makanan atau oleh-oleh khas Pangandaran yang wajib dicicipi.

1. Kupat Tahu
Untuk mencari penganan sarapan pagi sebaiknya cari saja kupat tahu Pangandaran. Kupat tahu khas Pangandaran beda banget dengan kupat tahu kebanyakan. Memang tak sama dengan kupat tahu Mangunreja Singaparna Kabupaten Tasikmalaya yang maknyos itu.

“Kupat tahu khas Pangandaran kacangnya kental banget. Kecapnya dominan banget. Kuahnya agak banyak dan rasanya maknyos pisan,” kata Ririn Andriani pengunjung asal Bandung yang memang langganan kupat tahu yang dijual di sepanjang pantai Timur Pangandaran.

Kupat tahu yang selalu laris manis adalah milik Pak Salam. Lokasinya tak terlalu sulit ada tulisan soto dan kupat tahu Pak Salam yang beralamat di Jalan Kidang Pananjung Pangandaran. Biasanya buka setiap sore hingga tengah malam, warung yang berdiri sejak tahun 80-an ini memiliki suasana yang khas dan akrab. Sebenarnya soto dan kupat tahu ini adalah makanan khas Jawa. tapi Pak Salam sebagai pemilik warung ini memiliki resep khusus yang membuat rasanya berbeda dengan yang lain.

Rahasianya terletak di bumbu kecapnya, Pak salam khusus membuat sendiri kecap untuk melezatkan soto dan kupat tahunya.

2. Bakso Pangandaran

Makanan khas Pangandaran lainnya adalah bakso, memang bakso ada di mana-mana. Tapi bakso Pangandaran beda rasanya.Bakos bisa jadi pilihan jika Anda bosan dengan menu lauk pantai seperti ikan Asin, Udang, dan ikan laut lainnya sudah biasa ditemui dan tidak istimewa lagi karena di semua tempat wisata pantai pasti akan menemukan lauk seperti itu.

Salah satu bakso yag direkomendasikan adalah bakso cetar. Tercatat sudah sekian ribu pengunjung yang datang dan singgah dulu untuk menyantap bakso tersebut. Seakan tidak bosan, pengunjung dari daerah luar Pangandaran pun sengaja datang dan datang lagi untuk makan di sana dan memesan banyak bagi orang rumah.

Bakso cetar sangat mengutamakan sekali kualitas rasa. Bakso yang terbuat dari daging sapi asli dan Mie yang kenyal sangat berbeda dengan bakso yang di jual di manapun. Plusnya, pelayanan yang ramah dari pemilik akan membuat Anda tinggal berlama-lama di sana.
Saya jamin, tiidak akan menyesal dengan menggoyangkan lidah Anda dalam menghabiskan bakso Cetar.

Ada juga Bakso Podomoro ini terbuat dari daging sapi asli yang menawarkan rasa supernikmat dan kuahnya yang khas. Rasa khas inilah yang membuat bakso Podomoro semakin terkenal. Untuk itu, ketika Anda berlibur di Pangandaran, jangan lupa mampir makan bakso. Tempat makan bakso yang menjadi rekomendasi saat ke Pangandaran adalah bakso Podomoro di Jalan Kidang Pananjung.

3. Ikan Asin Jambal Roti

Ikan asin jambal roti merupakan oleh-oleh favorit wisatawan yang datang ke Pangandaran. Proses pembuatannya, yaitu ikan jambal direndam dalam air garam beberapa saat, setelah itu dijemur sampai kering, lalu ditaburi garam. Proses pengeringan ini membuat ikan jambal bisa bertahan lama. Ikan ini dinamakan jambal roti karena daging ikan jambal mudah hancur saat digoreng seperti roti.

4. Seafood

Jika Anda pengunjungi Pangandaran, hampir di sepanjang jalan ada banyak restoran seafood. Hasil olahan laut yang segar dimasak dengan berbagai cara, digoreng, digulai ataupun dibakar. Sambil menikmati aneka makanan seafood, Anda dapat melihat pemandangan indah Pantai Pangandaran. (ref)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Kemenpar RI Dukung Pekan Pesona Pesantren di Sirnarasa Ciamis

Published

on

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ir. Rizky Handayani menyampaikan sambutan pada kegiatan Manaqib Qubro di Pondok Pesantren Sirnarasa Kec.Panjalu Ciamis, Minggu (17/3/2019). Foto: Aep/Nolduanews

CIAMIS – Kementerian Pariwisata RI memberikan dukungan Penuh untuk kegiatan Pekan Pesona Pesantren di Wilayah Jawa Barat. Event ini telah dibuka 7 Maret lalu dan berakhir 17 Maret kemarin. Pekan Pesona Pesantren dipusatkan di Pesantren Sirnarasa Cisirri Ciamis, Jawa Barat.

Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan menjelaskan, kegiatan Pekan Pesona Pesantren memiliki nilai-nilai yang sangat positif dan dapat diterapkan kepada generasi muda.

Pihak Kementrian Pariwisata RI melakukan foto bersama dengan Abah Aos dan keluarga besar Pondok Pesantren Sirnaras Panjalu Ciamis, Minggu (17/3/2019). Foto: Aep/Nolduanews

“Kemajuan teknologi sering membuat generasi muda melakukan hal-hal yang tidak benar. Untuk itu, dibutuhkan sebuah kegiatan yang bisa menjadi wadah atau melawan hal negatif tersebut. Melalui kegiatan Pekan Pesona Pesantren adalah salah satunya. Banyak kegiatan positif yang bisa dipelajari dari kegiatan ini,” papar Wawan Gunawan, Minggu (17/3).

Ditambahkan Wawan, kegiatan yang digelar pada Pekan Pesona Pesantren sangat banyak dan beragam. Serta terbagi dalam beberapa kriteria. Untuk bidang keagamaan, ada lomba Musabaqoh QiroatuI Kutub, Pidato, Sholawat (Hadroh/Marawis), Tahfidz Juz’Amma, Lomba Cerdas Cermat, dan Tilawah Al Quran.

Di kategori olahraga, ada lomba catur dan bulutangkis. Di bidang permainan, penyelenggara menghadirkan lomba Eat Bulaga Al-Miftah, Teka-teki Hadits, Balap Karung MotoGP, dan Tarik Tambang. Ada juga penampilan kreasi seni seperti Cup Song, Acapela, Kabaret, Marawis, Tari Saman, Tek-tek, Perkusi, dan Puisi Berantai.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ir. Rizky Handayani menilai keberadaan pesantren sangat penting. Khususnya untuk menangkal hal-hal negatif akibat akulturasi budaya.

“Pesantren bisa menjadi penangkal masuknya budaya asing yang negatif. Kita meyakini pesantren bisa menjadi ujung tombak untuk menangkal semua hal negatif tersebut,” papar Rizky saat menghadiri Manaqib Qubro, sekaligus puncak acara Pekan Pesona Pesantren di Pesantren Sirnarasa Ciamis Jawa Barat (17/03).

Ketua Yayasan Sirnarasa Cisirri, KH. Solih Anwar Saefurrijal, M.Kom menjelaskan Manaqib Kubro ini merupakan pengajian setiap tanggal 10 di bulan hijriah. Lebih dari 10 ribu ikhwan tarekat qodiriyah naqsyabandiyah TQN Suryalaya hadir dari berbagai daerah di tanah air seperti Medan, Lampung, Palembang, Sumatra, Jakarta dan lainnya. Bahkan ikhwan asal Malaysia pun turut hadir menyaksikan kemeriahan Pekan Pesona Pesantren yang didukung Kemenpar RI.

“Alhamdulillah, pekan pesona pesantren puncak kegiatannya digelar Manaqiban. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka datang berbondong bondong ingin memperoleh keberkahan dan bisa bertemu dengan saudara saudara dari berbagai daerah” kata Gus Solih Anwar, sapaan akrab KH. Solih Anwar SR.

Puncak acara Pekan Pesona Pesantren juga turut dihadiri Anton Sukartono Wakil Ketua Komisi V DPR RI. Menurutnya, Ditengah suhu politik yang memanas jelang Pemilu 2019, Acara Manaqib Kubro ini bisa menjadi penyejuk hati. Karena kita disuguhi wejangan dari Sesepuh Pesantren Sirnarasa Syech Muhammad Abdul Gaos SM Ra. atau Abah Aos bersama sejumlah Wakil Talqin TQN Suryalaya.

“Alhamdulillah yang saya rasakan disini mengingat Allah jadi saat ini pilihan copas capres mungkin masyarakat tercabik cabik dengan adanya ini silaturahmi kembali merajut kebangsaan bahwa kita mengingatkan bahwa kita akan kembali kepada Allah “ ujar Politisi Demokrat tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya  berharap Pesantren Sirnarasa bisa terus mencetak tokoh-tokoh nasional yang memiliki akhlak baik.

“Lewat Pekan Pesona Pesantren, kita berharap bisa mencetak generasi muda yang handal. Yang tidak mudah termakan atau menyebarkan hoax,” harapnya. (Aep/nolduanews)

Continue Reading

Berita

Dandim 0613 Ciamis Apresiasi GNC Young Koi Show 2019

Published

on

Ciamis – “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Galuh Nishikugoi Club Young Koi Show 2019 karena selain sebagai ajang kontes juga bisa menjalin silaturahmi antar pecinta koi”. Demikian diungkapkan Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio saat memberikan sambutan pada penutupan kontes ikan koi di Islamic Center, Minggu (03/3/2019).

Selain itu ungkap Tri kegiatan ini juga bisa menjadi pemersatu antar suku bangsa yang berada di Indonesia.

“Ini bisa menjadi ajang pemersatu antar suku bangsa. Pasalnya peserta datang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Tri yang lebih membanggakan dari ajang kontes koi ini pesertanya ada yang datang dari luar negeri.

“Jelas ini memberi warna tersendiri dengan adanya peserta dari luar negeri. Karena secara ekonomi dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat khususnya di Ciamis,” imbuhnya.

Dari pantauan Noldua News ada sekitar 650 parietas ikan koi yang ikut kontes ini. Bahkan seekor ikan koi yang sudah bagus harganya mencapai jutaan rupiah.

Pada kesempatan ini Dandim Ciamis juga menyerahkan piala bagi para pemenang lomba.

“Semoga ajang ini terus berjalan sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Ciamis menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Berita

Taman Bukan Skala Prioritas Pembangunan Ciamis

Published

on

CIAMIS – Taman Raflesia Ciamis yang baru dibuka pasca penataan terus mendapat sorotan. Kali ini dari akademisi sekaligus Direktur LSM Insan Pencerahan Masyarakat (Inpam) Endin Lidinillah, yang menilai Taman bukan merupakan skala prioritas pembangunan bagi Pemkab Ciamis, terlebih anggaran yang dibutuhkan cukup besar hingga Rp 21 miliar. Sedangkan di tahap awal penataan menghabiskan anggaran Rp 2,3 miliar.

“Ngapain memperbagus taman, sementara rutilahu masih kekurangan dana, kalau buat program itu harus disesuaikan dengan isu strategis, supaya menjawab permasalaham krusial yang dihadapi masyarakat jangan asal,” ujar Endin, Selasa (12/2).

Endin menyarankan, agar rencana pengembangan taman rafelsia di hapus pada RPJMD 2019-2024. Karena bukan skala prioritas. Menurut Endin yang harus diperbagus dan diperbanyak itu bukan taman, tapi Balai Latihan Kerja. Mengingat di Ciamis ada puluhan ribu pengangguran dan 20 ribu rutilahu yang menanti untuk diperbaiki.

“Yang kemarin juga sudah bagus taman raflesia itu, terus ngapain dirubah, iyaa apbd ciamis itu besar ga jadi masalah, tapi apbdnya tuk belanja pembangunan itu kecil karena tersedot tuk belanja pegawai,” terang Endin.

Menurut Endin, bila Rp 2,3 miliar yang untuk taman itu bila digunakan untuk optimalisasi program penurunan angka pengangguran akan lebih bermanfaat. Bukan malah taman yang masih bagus dibongkar dan diperbaiki.

“Yang harus jadi skala prioritas itu program yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat, misalnya di dekat saya ada dua rumah yang hampir terbawa longsor, BPBD hanya baru kasih terpal, belum di lokasi lain. Saya kira 15 isu strategis yang dibuat Pemda sudah bagus, tapi aplikasinya banyak program yang tidak relevan,” terang Endin.

Menurut Endin, sebaiknya Bupati harus segera melakukan evaluasi. Pejabat yang tidak bisa menerjemahkan isu strategis sebaiknya diganti saja.

“Untuk akuntabilitas dan transparansi, revitalisasi taman raflesia ini harus segera diaudit oleh BPK atau pengawas BPKP dan dipublis ke publik. Karena Ciamis pernah punya sejarah kelam yang memakan banyak korban gara-gara pembangunan taman. Yakni pembangunan Lokasana yang berakhir di meja hijau,” pungkasnya. Ferry/Nolduanews

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: