Pasien Di Ciamis Diduga Terjangkit Penyakit Difteri

CIAMIS – Salah satu pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis diduga terjangkit penyakit menular Difteri, Penyakit Difteri merupakan penyakit sangat menular dan merupakan penyakit serius yang dapat berpotensi mengancam jiwa. Penyakit difteri disebabkan oleh bakteri “Corynebacterium Diptheriae”.

Difteri menimbulkan gejala dan tanda berupa demam yang tidak cukup tinggi hanya sekitar 38 derajat celcius, munculnya “pseudomembran” atau selaput di tenggorokan yang berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan, sakit waktu menelan, tenggorokan terasa sakit, serta suara serak.

Penularan difteri bisa terjadi dengan cara terhirup percikan ludah atau bersin seseorang yang terinfeksi, penularan dari barang-barang yang terkontaminasi bakteri, dan bersentuhan pada luka di kulit penderita.

Menyikapi kejadian tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis H. Engkan Iskandar, drg,. MM. Mengatakan menurut pantauan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, ternyata memang ada temuan. Tetapi itu masih menjadi tersangka.

“Secara klinis memang mengarah kesana hasil lab juga mengarah kesana, cuman belum bisa memastikan. Kepastiaanya harus melalui kultur dari aclus tenggorokan, nanti disusul lagi di lab di Bandung,” ujarnya, setelah ditemui diruang kerjanya, Jumat (29/12/2017).

Lanjut dia, untuk hasil labaratorium butuh waktu sekitar 1 sampai 2 minggu nanti bisa terlihat apakah memang gejala atau hanya sekedar masih tersangka.

“Namun untuk tata laksana pengobatanya sudah menggunakan pengobatan tata laksana difteri walaupun pasien masih setatus tersangka,” ungkapnya.

Untuk kondisi pasien sekarang kata Engkan, Alhamdulilah saat ini ada perbaikan. Semenjak kemarin dibawa ke IGD diruangan isolasi, kemudian dirawat dan alhamduliah ada perbaikan.

“Untuk penanganya, dimohon kepada seluruh masyarakat Ciamis harus memperhatikan phbs melalui gerakan hidup bersih dan sehat,” ungkapnya.

Untuk rencana vaksin, lanjut Engkan nanti di mulai bulan Februari, sekarang masih didata terlebih dahulu. Data sasaran dari seluruh Puskesmas akan didata, lalu nanti Februari akan mulai di Vaksin.

“Untuk sekarang yang menjadi tersangka difteri itu dari Kecamatan Baregbeg berusia 25 tahun, Dan itu harus perawatan khusus dan ruanganya pun harus di isolasi,” pungkasnya. (Ferry/NolDuaNews.Com)