Pelaksanaan Diklat Ramadhan di Pangandaran Menyisakan Persoalan

Ilustrasi.*internet

PANGANDARAN-Pelaksanaan pendidikan pesantren kilat (Diklat) Ramadhan yang telah dilaksanakan disetiap Madrasah Diniyah di Kabupaten Pangandaran menyisakan persoalan.

Pasalnya, program tersebut tidak sesuai dengan hasil kesepakatan musyawarah antara pihak pengelola Madrasah Diniyah dengan pemerintah daerah.

Salah satu Ustadz pengajar pesantren kilat Ramadhan di Madrasah Nurul Iman Dusun Ciceuri, Desa Cimanggu, Kecamatan Langkaplancar Haer mengatakan, pelaksanaan diklat Ramadhan diwajibkan oleh pemerintah daerah bagi seluruh siswa/siswi dari mulai SD hingga SMA.

“Pemerintah daerah menganggarkan Rp.1,2 miliar dan pihak Madrasah Diniyah tidak boleh memungut uang pendaftaran karena sudah dianggarkan dari APBD,” kata Haer.

Namun pendataan yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran tidak akurat, sehingga uang pengganti pendaftaran dan beban biaya selama pelaksanaan Diklat Ramadhan tidak sesuai dengan yang dijanjikan pemerintah daerah.

“Pemda kan akan menanggung biaya pelaksanaan diklat Ramadhan dari mulai biaya pendaftaran, biaya mondok sampai biaya sertifikat, tetapi saat pengusulan pencairan kok datanya tidak akurat,” tambahnya.

Haer menjelaskan, hasil musyawarah dan kesepakatan, pemerintah daerah akan menanggung biaya peserta Diklat Ramadhan per satu orang peserta yang tidak mondok Rp.20 ribu, tetapi saat pengusulan pencairan tidak sesuai dengan jumlah peserta Diklat Ramadhan.

“Salah satu contoh, di Madrasah Diniyah mengelola peserta Diklat 119 peserta, tetapi uang yang dicairkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kok hanya Rp.80 ribu yang sudah dipotong pajak Rp.4.800, sehingga yang diterima hanya Rp.75.200 harusnya kan Rp.2.380.000,” jelasnya.

Selain itu, Haer memaparkan pemerintah daerah akan mengeluarkan sertifikat Diklat Ramadhan, tetapi hingga saat ini sertifikat yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah belum juga diterima oleh pengelola Madrasah Diniyah.

“Anggarannya kan Rp.1,2 miliar, coba saja jumlahkan uang yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ke Madrasah Diniyah, apakah jumlahnya akan sama Rp.1,2 miliar atau tidak,” pungkasnya. (Sulenk Abdi Sagara/Nolduanews.com)