Pemilu 2019, KPU dan Polres Ciamis Ingatkan Hukum Dalam Pelaksanaan Pemilu Kepada Mahasiswa

by
AKBP. Bismo Teguh Prakoso sedang menyampaikan materi Hukum dalam Pelaksanaan Pemilu Kepada Mahasiswa Unigal, Rabu (20/2/2019). Foto: Ferry/Ndn

Ciamis – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Galuh Ciamis, menggelar kegiatan seminar Hukum yang mengusung tema Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu yang Cerdas, Berkualitas dan Berintegritas, Rabu (20/2/2019) di Aula Auditorium Unigal Ciamis.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, Ketua KPU Ciamis, Drs. H. Agus Fatah Hidayat, Rektor Unigal Ciamis Drs. H. Yat Rospia Brata, Dekan Fakultas Hukum Unigal Ciamis H. Dudung Mulyadi, serta ratusan mahasiswa Unigal Ciamis.

AKBP Bismo Tegeuh P. bersama Rektor Unigal, Ketua KPU dan dewan Rektorat Kampus Unigal pada kegiatan seminar Hukum yang mengusung tema Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu yang Cerdas, Berkualitas dan Berintegritas, Rabu (20/2/2019). Ferry/Ndn

Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Drs. H. Agus Fatah Hidayat mengatakan, pada pelaksanaan Pemilu 2019 akan dilaksanakan 2 Pemilihan yaitu Pilpres dan Pileg. Asas dari pelaksanaan Pemilu 2019 adalah Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.

” Untuk penyelenggara Pemilu adalah KPU dan jajarannya sebagai pelaksana teknis, dan Bawaslu serta jajarannya sebagai pengawas Pemilu,” katanya.

Agus mengungkapkan, saat ini sudah mendekati hari pelaksanaan pemungutan suara. KPU Kabupaten Ciamis saat ini tengah bersiap untuk menerima surat suara Pemilu 2019 yang berjumlah sekitar 4,8 Juta surat suara, yang terdiri dari 5 jenis suara yaitu surat suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten.

“Surat suara tersebut akan dilaksanakan penyortiran dan pelipatan oleh KPU Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menyampaikan, pada Pemilu 2019 ini tetap harus waspada akan berita hoax, terutama dalam pelaksanaan Pilpres saat ini. Dimana saat ini masyarakat cenderung terbagi menjadi dua kelompok pendukung Capres-Cawapres.

“Upaya untuk mengantisipasi perpecahan bangsa adalah dengan melawan hoax dengan cara tidak menyebarkan berita- berita tanpa tahu berita tersebut benar atau tidak,” ucapnya.

Upaya kepolisian dalam mengantisipasi hal tersebut kata Bismo, adalah dengan melaksanakan berbagai sosialisasi, himbauan dan deklarasi anti hoax, serta menindak tegas setiap pelaku hoax untuk menimbulkan efek jera.

“Polisi tidak dapat menyidik seseorang tanpa ada perbuatan yang melawan hukum, sehingga muncul istilah kriminalisasi. Seperti contoh kasus Ahmad Dhani yang disebut kriminalisasi, padahal postingannya di medsos telah melanggar UU ITE,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unigal Ciamis, Drs. H. Yat Rospia Brata menambahkan, pelaksanaan Pemilu 2019 ini bukan hanya sebagai pesta demokrasi, namun juga dijadikan sebagai ajang pesta menaati hukum, karena dengan banyaknya ujian dan cobaan bagi masyarakat untuk tidak melanggar hukum dalam pelaksanaan Pemilu ini.

“Peserta maupun pemilih diatur oleh berbagai perundang-undangan sebagai dasar hukum, maka apabila masing-masing dapat menaati dasar hukum yang mengaturnya, niscaya pelaksanaan pemilu yang cerdas, berkualitas dan berintegritas akan dapat terwujud,” pungkasnya. (Ferry/nolduanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published.