Pemuda Lakbok Tuntut  Perbaikan Jalan Inspeksi

0
3 views

CIAMIS – Puluhan pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Pemuda Lakbok dan Perserikatan Mahasiswa Lakbok Jaya (Persmalaya) mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Selasa (25/9/2018).

Kedatangan para pemuda dan mahasiswa Lakbok tersebut, ingin melakukan Audiensi dengan jajaran Anggota DPRD Kabupaten Ciamis tentang perbaikan jalan inpeksi dan revitalisasi irigasi.

Ketua Forum Pemuda Lakbok dan Perserikatan Mahasiswa Lakbok Jaya Nasiran mengatakan, Kecamatan Lakbok merupakan penyumbang padi terbesar di Kabupaten Ciamis.

Sedikitnya ada 43.922 ton per tahun yg dihasilkan dari tanah Lakbok, mayoritas penduduk Lakbok sumber penghasilannya berasal dari pertanian, tidak heran jika Lakbok disebut sebagai lumbung padi Ciamis.

“Dari poin tersebut kami menuntut keadilan yang sesuai, serta menuntut Dinas terkait untuk mengevaluasi kembali perbaikan jalan inpeksi dan infrastruktur lainya, yang mengakibatkan adanya permasalahan yang timbul di kemudian hari,” katanya.

Nasiran mengungkapkan, Kecamatan yang memiliki potensi besar untuk dijadikan sebagai area ketahanan pangan, akan tetapi tidak ditunjang dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Baik itu jalan, irigasi maupun infrastruktur pertanian lainnya.

“Kondisi jalan yg rusak sangat menghambat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat Lakbok, hal ini terjadi sudah sekian tahun lamanya,” ungkapnya.

Nasiran menjelaskan, salah satu contoh kongkritnya yakni Jalan Inspeksi yang tidak terurus di Lakbok, padahal Jalan tersebut merupakan jalan yang fundamental bagi masyarakat Lakbok dan sekitarnya.

Jalan yang terbentang dari Lakbok perbatasan Banjar- Bendungan Manganti ini, yang berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy, kondisinya sangat memprihatinkan dan membahayakan nyawa penggunanya.

“Selain Jalan Inspeksi, saluran irigasi di kecamatan Lakbok juga mengalami sedimentasi dan pendangkalan. Sehingga, kontribusi dari irigasi-irigasi di Lakbok menjadi kurang maksimal, hal ini berdampak buruk pada para petani dikarenakan bila musim hujan air banjir, dan apabila musim kemarau air langka,” jelasnya.

Nasiran mengatakan, jika tuntutan-tuntutan tersebut tidak ditanggapi dalam kurun waktu 30×24 Jam. “Maka kami akan melakukan aksi Demonstrasi ke DPRD Kabupaten Ciamis dan Pemda Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here