Pilkada Serentak 2018, Partisipasi Masyarakat Penentu Sukses Pemilu

Sebanyak 596 peserta dari tiap kabupaten/kota di Jabar mengikuti seleksi tertulis menjadi calon anggota panwaslu di Balairung Rudini, kampus IPDN Jatinangor. (Foto:Aminullah/NDNews)

SUMEDANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mengharapkan partisipasi aktif masyarakat di tiap daerah dalam seleksi calon panitia pengawas pemilu (panwas) kabupaten/kota.

Saat ini, dari 2.000 pendaftar sebanyak 697 calon panwas kabupaten/kota se Provinsi Jabar masuk seleksi tahap kedua dan tengah mengikuti seleksi tertulis di Gedung Balairung Rudini kampus IPDN Jatinangor, Sumedang.

Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, dalam proses seleksi calon panwas kabupaten/kota ini seluruh lapisan masyarakat bisa turut berperan aktif. Dengan memberikan laporan terkait track record/rekam jejak calon panwas yang tengah mengikuti seleksi sebelumnya. Nantinya ditetapkan masing-masing 12 calon panwas kabupaten/kota terpilih.

“Setelah tahap seleksi tertulis yang diikuti 596 peserta, Bawaslu akan melakukan uji publik calon panwas hingga akhirnya ditetapkan 12 anggota panwas di tiap kabupaten/kota,” ujarnya, Kamis (13/7).

Dalam tahap uji publik ini, kata dia, masyarakat bisa melaporkan terkait rekam jejak calon panwas.

“Seluruh lapisan masyarakat bisa berperan aktif dengan menyampaikan informasi terkait rekam jejak calon anggota panwas. Jadi bilamana, ada calon anggota panwas yang rekam jejaknya buruk seperti pernah terlibat kasus hukum, pidana, dan pernah dipidana selama 5 tahun bisa segera melaporkannya ke kami. Dan dari tahapan uji publik ini lah yang menjadi penentu terpilih tidaknya peserta menjadi anggota panwas kabupaten/kota,” katanya.

12 anggota panwas yang terpilih diharapkan lebih baik dari penyelenggara sebelumnya, karena akan menjadi penentu bersih tidaknya penyelenggaraan Pemilu yang akan datang baik itu Pilgub dan Pilkada serentak 2018, maupun Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

“Peran aktif masyarakat memberikan laporan terkait rekam jejak calon anggota panwas akan menjadi penentu bersih tidaknya penyelenggaraan pemilu yang akan datang,” katanya.

Sementara salah seorang peserta calon panwas asal Kota Sukabumi Yasti Yustia Asih, 31, mengatakan, dirinya tertarik menjadi bagian dari penyelenggara pemilu/panwas karena ingin turut serta mewujudkan pemilu yang bersih, jujur dan adil.

“Saya ikut seleksi panwas karena ingin turut serta mewujudkan pemilu yang bersih. Kalau pemilunya berjalan bersih tentunya akan terwujud masyarakat yang sejahtera,” katanya. (Aminullah/Nolduanews.com)