Connect with us

Hukum dan Kriminal

Polres Ciamis Ringkus Pelaku Penyebar Video Hoax Di Sosmed

Published

on

CIAMIS – Jajaran Kepolisian Polres Ciamis berhasil mengamankan YD (31) Warga Perum Side, Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, yang merupakan pelaku penyebar video hoax di sosial media.

“Jadi tersangka ini pada saat itu di tilang oleh salah satu anggota Satlantas, ketika sedang ditilang, rekan tersangka melakukan video, yang saat itu sedang melakukan transaksi denda di tempat, namun tersangka malah menyebar video tersebut dengan tuduhan anggota satlantas tersebut sedang melakukan pungutan liar (Pungli),” ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso saat konferesi Pers di Mapolres Ciamis, Selasa (8/1/2019).

Bismo mengatakan, setelah melihat video yang sudah fulgar di sosial media. Korban tidak menerimanya, dan melakukan pelaporan kepada petugas Polres Ciamis, karena dianggap mencemarkan nama baik.

Setelah mendapatkan laporan, lanjut Bismo, pihaknya langsung melakukan penyidikan dan penangkapan kepada tersangka.

“Karena korban tidak terima tentang video tersebut, korban langsung lapor kepada pihak kepolisian, dan kami langsung terjun kelapangan untuk melakukan penangkapan,” katanya.

Tersangka berhasil ditangkap dengan barang bukti berupa sebuah Handphone yang digunakan tersangka untuk melakukan video dan menyebarkan ke sosial media.

“Tersangka kami jerat dengan pasal 27 ayat (3) jo pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE, dan hukuman pidana selama 4 tahun penjara, dan denda sebanyak Rp. 750 juta,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Hukum dan Kriminal

Miris, 3 Siswa SMK Terpaksa Ujian Nasional di Polres Ciamis

Published

on

2 dari 3 sisiwa SMK yang menjadi narapidana pengeroyokan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Polres Ciamis, Senin (25/3/2019). Foto: istimewa

Ciamis – Pemandangan miris dan tidak lazim terlihat di Polres Ciamis. Betapa tidak 3 orang pelajar SMK tampak serius mengerjakan ujian nasional. Seharusnya mereka mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan mulai Senin (25/3/2019) di sekolah masing-masing. Namun tidak bagi 3 pelajar di Ciamis ini. Karena menjadi tersangka kasus pengeroyokan, terpaksa mereka melaksanakan ujian di Mapolres Ciamis.

Meskipun harus mengerjakan ujian tertulis di salah satu unit Satreskrim Polres Ciamis namun mereka tampak serius mengerjakan soal – soal tersebut. Walaupun karena keterbatasan mereka tidak bisa mengerjakan ujian nasional dengan menggunakan komputer.

Menurut salah seorang pengawas ruangan yang enggan disebutkan namanya ketiga siswa ini mengerjakan soal tertulis di Polres Ciamis tetapi dengan pengawasan oleh guru sekolah masing – masing.

“Untuk menghemat waktu, juga keterbatasan meski UNBK, tapi disini mengerjakannya pakai tertulis, nanti proktor di sekolah memasukannya melalui komputer. Khawatirnya kalau pake komputer disini tidak bisa masuk server,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto membenarkan ada siswa SMK yang melaksanakan ujian nasional di Polres Ciamis. Para siswa ini tersangka tindak pidana pasal 170 dan 169 KUHPidana tentang pengeroyokan, dengan ancaman 7 tahun penjara. Waktu itu kasus pengeroyokan geng motor.

Dikatakan Hendra sebetulnya ada 2 siswa SMK/SMA lagi yang sebelumnya juga melaksanakan ujian, namun mereka berasal dari paket kesetaraan. Pihak kepolisan sebelumnya telah mendapat pemberitahuan dari pihak sekolah, lalu difasilitasi untuk melaksanakan ujian di Polres selama 4 hari ke depan.

“Kebetulan mereka sudah kelas XII SMK dan sudah terdaftar jadi peserta ujian nasional, jadi kita arahkan ke pihak sekolah melaksanakan ujian di Polres, dalam pengawasan kami,” paparnya.

Lebih jauh Hendra menuturkan pihaknya juga sudah memberikan kesempatan kepada 3 tersangka tersebut untuk belajar di ruang tahanan, sebelum melaksanakan ujian.

“Mereka diperbolehkan belajar terlebih dahulu sebelum melaksanakan ujian,” pungkas Hendra. (Ayu/Nolduanews.com)

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

BNN dan Polres Ciamis Temukan 6 Buah HP dan 1 Modem Internet di Lapas Ciamis

Published

on

Ciamis – Operasi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Tim Gabungan yang terdiri dari Satuan Narkoba Polres Ciamis dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ciamis, ke rumah tahanan Lapas kelas II B Ciamis, Selasa (12/2).

Dalam operasi tersebut, petugas langsung menyisir setiap kamar penghuni lapas, baik itu lapas wanita maupun pria untuk dilakukan tes urine.

Beberapa barang yang ditemukan di LAPAS Ciamis, Selasa (12/2/2019)

Narapidana Lapas Ciamis dikumpulkan pasca penggeladahan di Lapas Ciamis, Selasa (12/2/2019)

Kepala BNNK Ciamis, AKBP. Yaya Satyanagara mengatakan, dalam operasi ini petugas telah memeriksa kurang lebih 21 kamar. Termasuk di lapas wanita juga ikut di periksa untuk di tes urine agar mencegah peredaran gelap narkoba di Lapas.

“Hasil dari operasi ini kami ada beberapa yang di tes urine, dan ada 4 orang yang positif, 2 orang Met Ampetamin dan ampetamin, kemudian 2 orang lainya Met Ampetamin,” katanya.

Yaya menambahkan, sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan yakni, 4 buah HP Android, 2 buah HP Jadul, dengan 24 Charger HP, di tambah satu Modem, serta 4 buah sim card yang terpisah dari HP.

“Ada satu buah alat transaksi (Token) dari kamar penghuni lapas, nanti akan didalami oleh Kalapas tentang alat tersebut. Karena alat tersebut ditemukan di kamar yang isinya kurang lebih 25 orang, sudah pasti nanti tidak akan ada yang mengaku, jadi kami akan dalami permasalahan ini,” ucapnya.

Yaya menjelaskan, yang disidak ini di prioritaskan untuk napi kasus narkoba, terlebih saat ini ada kiriman dari luar Ciamis. Termasuk juga, pihaknya melakukan pemeriksaan di ruangan isolasi yang kasus kriminal umum dan narkoba jadi campuran.

“Ini yang termasuk kategori orang-orang yang perlu diwaspadai, kami juga melakukan pemeriksaan itu,” pungkasnya. Ferry/Nolduanews

Continue Reading

Hukum dan Kriminal

Akhirnya Pelaku Pengeroyokan Ormas di Ciamis Dibekuk Polisi

Published

on

Ciamis – Setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan laporan dari korban akhirnya dalam waktu singkat Satreskrim Polres Ciamis berhasil menangkap 7 anggota geng motor yang melakukan pengeroyokan terhadap 6 anggota ormas yang terjadi pada Minggu (03/02/2019) dini hari lalu.

“Tidak butuh waktu lama untuk membekuk para pelaku, setelah mengantongi identitas pelaku anggota langsung bergerak
menangkapnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Hendra Virmanto.

Ketujuh pelaku tersebut lanjut Hendra ditangkap di rumah masing – masing.

“7 pelaku itu ditangkap di rumahnya masing-masing dan kini sudah kami amankan di Mapolres Ciamis,” imbuhnya.

Dikatakan Hendra jumlah pelaku belum diketahui secara pasti, karena pihaknya masih melakukan pengembangan. Namun sudah dipastikan jumlahnya lebih dari 10 orang.

“Kami masih terus melakukan pengembangan dan pengejaran. Untuk mengungkap kasus ini, kami menurunkan 2 tim dan hingga kini masih terus bekerja di lapangan,” paparnya.

Atas perbuatannya ungkap Hendra para pelaku akan dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun penjara. Pasalnya dalam kasus ini korban mendapat kekerasan hingga mengalami luka-luka.

“Akibat kebrutalan geng motor ini salah satu korban ada yang menderita luka sampai sepuluh jahitan di bibirnya karena dihantam gir motor,” pungkasnya. (Ayu/NolduaNews)

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: