Pesantren Al-Fadilah (Cibeunying) Terbakar saat Santri Sedang Belajar

0
0 views

CIAMIS: Innalilahi..! Pondok Pesantren Al-Fadilah atau lebih dikenal pesantren Cibeunying di Dusun Lawong, Desa Pusakanagara Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis terbakar. Sebanyak 40 kobong atau pondokan rata dengan tanah, Kamis (26/4/2018).

Belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut. Padahal kejadiannya siang hari, menurut keterangan santri. Ahmad Sofyan kejadiannya saat santri sedang belajar. Tiba-tiba ada asap mengepul dari ruang kobong di lantai dua.

pesantren alfadilah terbakar

Melihat asap mengepul para santri yang sedang ngaji berlarian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ada yang membawa ember dan slang mengambil air dari kolam. Tapi karena tiupan angin api justru malah membesar dan sulit dijinakan.

Beberapa warga pun berusaha memadamkan api. Ada juga yang menghubungi pemadam kebakaran. Namun sayang kedatangan mobil pemadam kebakaran dari unit pemadam kebakaran Kabupaten Ciamis sangat telat.

Setelah api mulai padam oleh warga baru satu unit pemadaman kebakaran dari Pengendalian Pemadam Kebaran, Satgas BPBD Ciamis, PMI, RAPI datang ke lokasi kejadian. Namun saat itu kondisi pesantren sudah luluh-lantak. Sebanyak 40 kamar santri hangus. Barang-barang santri pun ludes.

Salah seorang santri hanya bisa bersedih melihat peralatan mengajinya sudah menjadi debu. Apalagi kitab kuning yang sudah dilogat hangus. “Saya hanya bisa bersabar melihat kejadian ini. Mungkin ini cobaan dari Allah SWT,” katanya.

Beberapa saat setelah kejadian Bupati Ciamis yang kini sedang cuti datang ke lokasi kejadian, Iing ingin memberi dukungan agar para santri dan pimpinan pesantren kuat menghadapi cobaan.

Keterangan dari tim SAR BPBD Kabupaten Ciamis, penyebab peristiwa kebakaran tidak ada yang mengetahui secara pasti karena saat terjadinya kebakaran para santri sedang belajar di kelasnya masing-masing.

“Saat kejadian kamar kosong karena para santri sedang belajar sehingga tidak ada yang mengetahui bagaimana awalnya kebakaran itu terjadi,” katanya.

 

Yayan mengatakan, kebakaran tersebut bisa diketahui setelah ada asap mengepul pekat dilantai dua yang terbuat dari bahan mudah terbakar kayu dan bilik bambu.

“Yang mengetahui ada kebakaran adalah santri, dia melihat kepulan asap disalah satu kamar tingkat dua kamar santri tersebut.

“Karena bahan bangunan terbuat dari kayu dan bilik dalam sekejap api menghabiskan bangunan itu,” katanya. (fery/nolduanews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here