Ratusan Sopir Taxi Online Blokade Jalan Bandung-Cirebon

by
Ratusan sopir taxi online se Bandung Raya blokade akses jalan nasional penghubung Bandung-Cirebon. (Foto:Aminullah/NDNews)

SUMEDANG – Ratusan sopir taxi online se Bandung Raya blokade jalan nasional penghubung Bandung-Cirebon, Rabu (19/7).

Blokade jalan dilakukan para sopir dengan memarkirkan armada taxi onlinenya di badan Jalan Raya Ir Soekarno, depan kampus Unpad hingga kawasan Sabusu Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Akibatnya arus lalu lintas dari arah Bandung menuju Cirebon macet total hingga 5 kilo meter.
Wakil ketua Posko Bandung Raya (BARA) Aan Novrianto mengatakan, blokade jalan dilakukan sebagai bentuk protes para awak sopir taxi online lantaran mobil salah seorang sopir Grab Taxi dirusak orang tak dkenal usai pengantar penumpangnya ke Bandung Giri Gahana Golf (BGG) Jatinangor.

Suasana sempat memanas saat para sopit taxi online mencopot sejumlah spanduk yang terpasang di sekitar lokasi aksi.

“Pengrusakan mobil salah satu rekan kami di kawasan Jatinangor oleh orang tidak dikenal menjadi pemicu kemarahan ratusan awak sopir taxi online se Bandung Raya. Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk protes sekaligus wujud solidaritas antar awak sopir taxi online,” ujarnya di lokasi aksi, Rabu (19/7).

Selain memblokade akses jalan, para awak sopir taxi online juga melakukan aksi sweaping dengan mencopot spaduk-spanduk bertuliskan larangan beroperasinya taxi dan ojek online di sejumlah pangkalan-pangkalan ojek di kawasan Jatinangor.

“Motif pengrusakan belum diketahui secara pasti. Karenanya nanti tanggal 39 Juli kami akan melakukan pertemuan dengan Polsek Jatinangor,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata mengungkapkan aksi massa yang dilakukan ratusan awak sopir taxi online ilegal. Selain itu, pihaknya tidak menerima adanya laporan aksi pengrusakan armada taxi online di wilayah Jatinangor.

“Kasus yang memicu aksi ini tidak jelas. Tidak ada dari pihak manapun yang melapor terkait pengrusakan kendaraan di kawasan Jatinangor. Kemudian kami pun sudah telusuri, selain tidak ada pelapor, TKP dan saksi terkait mobil yang dirusak pun tidak ada. Jadi ini kasusnya apa tidak jelas dan aksi massa ilegal karena tidak menempuh prosedur perizinan melakukan aksi massa,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan aksi tegas kepada para pelaku aksi jika berbuat anarkis dan melakukan aksi sweaping yang tidak sesuai prosedur.

“Bila ada peserta yang berbuat anarkis kami tak segan menindaknya. Dan tentunya, jika ada pihak pelapor terkait aksi pengrusakan armada taxi online di Jatinangor yang memicu aksi massa ini tentunya juga akan kami proses. Tapi ini kan tidak ada pelapor, jadi selain aksi ilegal, ini juga masalahnya tidak jelas,” katanya. (Aminullah/Nolduanews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published.