Salah Gunakan PIP, Orang Tua Siswa Bisa Kena Sanksi

by -40 views

CIAMIS – Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program pendidikan untuk membantu anak keluarga tidak mampu agar tidak putus sekolah.

Namun di Kabupaten Ciamis, ada saja orang tua siswa sekolah dasar yang mendapatkan PIP malah menyalahgunakan kebijakan PIP tidak sesuai kebutuhan pendidikan.

“Ada orang tua siswa yang saya lihat ketika berada di pertokoan di Ciamis sedang membeli kebutuhan rumah tangganya, saya tidak tahu apakah itu uang dari PIP atau bukan, namun yang saya tahu ketika orang tua siswa sehari sesudah pencairan PIP ke Bank langsung berbelanja ke supermarket dan pasar, namun bukan belanja kebutuhan anaknya sekolah,” ujar Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Dadang Masum, saat ditemui Nolduanews, Kamis (20/6/2019).

Dadang mengatakan, harusnya penggunaan PIP untuk kebutuhan pendidikan, tetapi ini malah digunakan untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi, jika disalahgunakan tentu saja akan mendapatkan sanksi.

Dengan adanya PIP ini juga, lanjut Dadang, banyak kecemburuan di masyarakat. Terutama, keluarga siswa yang benar-benar tidak mampu yang tidak mendapatkan PIP.

“Sekolah hanya pengajuan saja ke Dinas Pendidikan, lalu Dinas Pendidikan yang mengajukan ke Kementrian secara online. Jadi Kementrian yang menentukan siapa saja yang mendapatkan PIP baik itu keluarga mampu atau keluarga tidak mampu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, H. Jajang melalui Kasi Peserta Didik, Deni, S.pd menjelaskan, bagi orang tua siswa pemegang KIP yang menyalahgunakan penggunaan PIP bisa diberi sanksi, bahkan bisa di cabut.

“Kalau disalahgunakan untuk keperluan rumah tangga nanti bisa dicabut penggunaan KIP nya. Jadi untuk orang tua jangan membelanjakan bantuan dana PIP tersebut untuk membeli beras, rokok dan lain sebagainya. Karena PIP itu untuk kebutuhan Pendidikan seperti, Tas, Sepatu, dan seragam sekolah,” jelasnya.

Deni menambahkan, untuk penerima PIP setiap siswa itu sebesar Rp. 225 ribu setiap semester, jadi untuk 2 semester itu mendapatkan Rp. 450 ribu setiap siswa.

“Setahun mendapatkan Rp. 450 ribu setiap siswanya, jadi setahun itu 2 kali pencairan. Dan itu juga di bawa langsung oleh orang tua siswa bukan dari pihak sekolah,” bebernya.

Sementara untuk siswa yang mendapatkan PIP itu bukan ditentukan oleh Dinas Pendidikan, tetapi itu semua ditentukan langsung oleh Kementrian secara online.

“Ada aplikasi khusus terkait penunjukan penerimaan PIP itu, jadi Kemendikbud secara online yang menentukan sekolah mana saja yang berhak menerima PIP ini, kami hanya perantara,” pungkasnya. (Ferry/Nolduanews)

Leave a Reply

Your email address will not be published.