Connect with us

BisnisWisata

Situs Batu Panjang di Ciamis yang Masih Misteri, Diduga Lebih Tua dari Gunung Padang

Published

on

Ciamis – Para wisatawan tentunya sudah tidak asing dengan situs Gunung Padang, Cianjur, dimana terdapat batu-batu peninggalan jaman pra sejarah. Situs batu panjang yang ada di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri, Ciamis hampir mirip dengan situs Gunung Padang Cianjur. Bentuknya seperti batu panjang dan bersusun tetapi sampai saat ini keberadaannya masih menyimpan misteri.

Oleh warga setempat, lokasi yang merupakan hutan pinus milik Perhutani ini dikenal dengan situs budaya batu panjang. Setiap akhir pekan, banyak warga yang berkunjung ke situs batu panjang. Terutama dari luar daerah seperti Majalengka dan Cirebon. Karena letaknya berada di perbatasan Ciamis-Majalengka.

Untuk menuju ke situs budaya batu panjang ini sangat mudah, karena letaknya berada tidak jauh dari jalur alternatif Sukamantri – Majalengka. Wisatawan cukup memarkirkan kendaraan dipinggir jalan dekat warung. Kemudian hanya berjalan kaki sekitar 50 meter sudah sampai tujuan.

Suasana disekitar situs batu panjang sangat cocok menjadi sebuah tempat wisata. Situs ini dikelilingi hutan pinus. Udaranya sejuk karena berada di pegunungan.

Batu-batu tersebut ada yang berdiri, tertidur, berdiri dengan menyilang dengan batu lain dan tersusun rapih di satu area, ada juga beberapa batu berbentuk lonjong dan pipih. Sementara sisanya banyak batu panjang yang berserakan dan jaraknya cukup jauh dari satu area itu. Jumlah batu panjang yang ada sekitar ratusan.

Bentuk batu-batu di situs Batu Panjang hampir mirip dengan batu-batu di situs Gunung Padang, Cianjur. Hanya, perbedaannya pada ukuran batu di sedikit berbeda. Jika di Gunung Padang semua batu hampir berukuran sama, berukuran 60 sentimeter dan tebal 20 sentimeter serta bentuknya yang persegi. Sedangkan di situs Batu Panjang, batu persegi lima, panjang serta ukurannya berbeda-beda. Bahkan ada juga yang tidak panjang.

Sementara itu, Juru Kunci Situs Budaya Batu Panjang Sahidi (65) menuturkan sejak ia masih kecil dan ayahnya juru kunci, batu itu sudah tersusun rapi dan tidak ada yang berubah. Bahkan sebelumnya ada satu batu panjang yang menggantung pada akar pohon beringin. Namun karena akarnya mati sehingga batu itu jatuh.

“Yang berkunjung kesini lumayan banyak, apalagi kalau hari Minggu, biasanya kebanyakan dari daerah Majalengka dan Pantura. Kalau dari Ciamis sendiri malah jarang yang kesini,” ungkap Sahidi saat ditemui di lokasi.

Sahidi mengaku sejauh ini belum ada pengelolaan serius dari pemerintah ataupun instansi terkait untuk pengelolaan situs ini. Padahal, menurutnya bila situs ini dikelola dengan baik maka bisa menjadi salah satu potensi wisata.

“Jika sejarahnya lebih diteliti lagi, dikelola dan ditata, ini bisa menjadi salah satu wisata sejarah atau wisata budaya terutama untuk para pelajar,” tandasnya. (Ayu/NolduaNews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita

Kemenpar RI Dukung Pekan Pesona Pesantren di Sirnarasa Ciamis

Published

on

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ir. Rizky Handayani menyampaikan sambutan pada kegiatan Manaqib Qubro di Pondok Pesantren Sirnarasa Kec.Panjalu Ciamis, Minggu (17/3/2019). Foto: Aep/Nolduanews

CIAMIS – Kementerian Pariwisata RI memberikan dukungan Penuh untuk kegiatan Pekan Pesona Pesantren di Wilayah Jawa Barat. Event ini telah dibuka 7 Maret lalu dan berakhir 17 Maret kemarin. Pekan Pesona Pesantren dipusatkan di Pesantren Sirnarasa Cisirri Ciamis, Jawa Barat.

Kabid Pemasaran Area I Kementerian Pariwisata Wawan Gunawan menjelaskan, kegiatan Pekan Pesona Pesantren memiliki nilai-nilai yang sangat positif dan dapat diterapkan kepada generasi muda.

Pihak Kementrian Pariwisata RI melakukan foto bersama dengan Abah Aos dan keluarga besar Pondok Pesantren Sirnaras Panjalu Ciamis, Minggu (17/3/2019). Foto: Aep/Nolduanews

“Kemajuan teknologi sering membuat generasi muda melakukan hal-hal yang tidak benar. Untuk itu, dibutuhkan sebuah kegiatan yang bisa menjadi wadah atau melawan hal negatif tersebut. Melalui kegiatan Pekan Pesona Pesantren adalah salah satunya. Banyak kegiatan positif yang bisa dipelajari dari kegiatan ini,” papar Wawan Gunawan, Minggu (17/3).

Ditambahkan Wawan, kegiatan yang digelar pada Pekan Pesona Pesantren sangat banyak dan beragam. Serta terbagi dalam beberapa kriteria. Untuk bidang keagamaan, ada lomba Musabaqoh QiroatuI Kutub, Pidato, Sholawat (Hadroh/Marawis), Tahfidz Juz’Amma, Lomba Cerdas Cermat, dan Tilawah Al Quran.

Di kategori olahraga, ada lomba catur dan bulutangkis. Di bidang permainan, penyelenggara menghadirkan lomba Eat Bulaga Al-Miftah, Teka-teki Hadits, Balap Karung MotoGP, dan Tarik Tambang. Ada juga penampilan kreasi seni seperti Cup Song, Acapela, Kabaret, Marawis, Tari Saman, Tek-tek, Perkusi, dan Puisi Berantai.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ir. Rizky Handayani menilai keberadaan pesantren sangat penting. Khususnya untuk menangkal hal-hal negatif akibat akulturasi budaya.

“Pesantren bisa menjadi penangkal masuknya budaya asing yang negatif. Kita meyakini pesantren bisa menjadi ujung tombak untuk menangkal semua hal negatif tersebut,” papar Rizky saat menghadiri Manaqib Qubro, sekaligus puncak acara Pekan Pesona Pesantren di Pesantren Sirnarasa Ciamis Jawa Barat (17/03).

Ketua Yayasan Sirnarasa Cisirri, KH. Solih Anwar Saefurrijal, M.Kom menjelaskan Manaqib Kubro ini merupakan pengajian setiap tanggal 10 di bulan hijriah. Lebih dari 10 ribu ikhwan tarekat qodiriyah naqsyabandiyah TQN Suryalaya hadir dari berbagai daerah di tanah air seperti Medan, Lampung, Palembang, Sumatra, Jakarta dan lainnya. Bahkan ikhwan asal Malaysia pun turut hadir menyaksikan kemeriahan Pekan Pesona Pesantren yang didukung Kemenpar RI.

“Alhamdulillah, pekan pesona pesantren puncak kegiatannya digelar Manaqiban. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Mereka datang berbondong bondong ingin memperoleh keberkahan dan bisa bertemu dengan saudara saudara dari berbagai daerah” kata Gus Solih Anwar, sapaan akrab KH. Solih Anwar SR.

Puncak acara Pekan Pesona Pesantren juga turut dihadiri Anton Sukartono Wakil Ketua Komisi V DPR RI. Menurutnya, Ditengah suhu politik yang memanas jelang Pemilu 2019, Acara Manaqib Kubro ini bisa menjadi penyejuk hati. Karena kita disuguhi wejangan dari Sesepuh Pesantren Sirnarasa Syech Muhammad Abdul Gaos SM Ra. atau Abah Aos bersama sejumlah Wakil Talqin TQN Suryalaya.

“Alhamdulillah yang saya rasakan disini mengingat Allah jadi saat ini pilihan copas capres mungkin masyarakat tercabik cabik dengan adanya ini silaturahmi kembali merajut kebangsaan bahwa kita mengingatkan bahwa kita akan kembali kepada Allah “ ujar Politisi Demokrat tersebut.

Menteri Pariwisata Arief Yahya  berharap Pesantren Sirnarasa bisa terus mencetak tokoh-tokoh nasional yang memiliki akhlak baik.

“Lewat Pekan Pesona Pesantren, kita berharap bisa mencetak generasi muda yang handal. Yang tidak mudah termakan atau menyebarkan hoax,” harapnya. (Aep/nolduanews)

Continue Reading

Berita

Dandim 0613 Ciamis Apresiasi GNC Young Koi Show 2019

Published

on

Ciamis – “Saya sangat mengapresiasi kegiatan Galuh Nishikugoi Club Young Koi Show 2019 karena selain sebagai ajang kontes juga bisa menjalin silaturahmi antar pecinta koi”. Demikian diungkapkan Dandim 0613 Ciamis Letkol Arm Tri Arto Subagio saat memberikan sambutan pada penutupan kontes ikan koi di Islamic Center, Minggu (03/3/2019).

Selain itu ungkap Tri kegiatan ini juga bisa menjadi pemersatu antar suku bangsa yang berada di Indonesia.

“Ini bisa menjadi ajang pemersatu antar suku bangsa. Pasalnya peserta datang dari berbagai daerah yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Tri yang lebih membanggakan dari ajang kontes koi ini pesertanya ada yang datang dari luar negeri.

“Jelas ini memberi warna tersendiri dengan adanya peserta dari luar negeri. Karena secara ekonomi dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian masyarakat khususnya di Ciamis,” imbuhnya.

Dari pantauan Noldua News ada sekitar 650 parietas ikan koi yang ikut kontes ini. Bahkan seekor ikan koi yang sudah bagus harganya mencapai jutaan rupiah.

Pada kesempatan ini Dandim Ciamis juga menyerahkan piala bagi para pemenang lomba.

“Semoga ajang ini terus berjalan sehingga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Ciamis menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Berita

Taman Bukan Skala Prioritas Pembangunan Ciamis

Published

on

CIAMIS – Taman Raflesia Ciamis yang baru dibuka pasca penataan terus mendapat sorotan. Kali ini dari akademisi sekaligus Direktur LSM Insan Pencerahan Masyarakat (Inpam) Endin Lidinillah, yang menilai Taman bukan merupakan skala prioritas pembangunan bagi Pemkab Ciamis, terlebih anggaran yang dibutuhkan cukup besar hingga Rp 21 miliar. Sedangkan di tahap awal penataan menghabiskan anggaran Rp 2,3 miliar.

“Ngapain memperbagus taman, sementara rutilahu masih kekurangan dana, kalau buat program itu harus disesuaikan dengan isu strategis, supaya menjawab permasalaham krusial yang dihadapi masyarakat jangan asal,” ujar Endin, Selasa (12/2).

Endin menyarankan, agar rencana pengembangan taman rafelsia di hapus pada RPJMD 2019-2024. Karena bukan skala prioritas. Menurut Endin yang harus diperbagus dan diperbanyak itu bukan taman, tapi Balai Latihan Kerja. Mengingat di Ciamis ada puluhan ribu pengangguran dan 20 ribu rutilahu yang menanti untuk diperbaiki.

“Yang kemarin juga sudah bagus taman raflesia itu, terus ngapain dirubah, iyaa apbd ciamis itu besar ga jadi masalah, tapi apbdnya tuk belanja pembangunan itu kecil karena tersedot tuk belanja pegawai,” terang Endin.

Menurut Endin, bila Rp 2,3 miliar yang untuk taman itu bila digunakan untuk optimalisasi program penurunan angka pengangguran akan lebih bermanfaat. Bukan malah taman yang masih bagus dibongkar dan diperbaiki.

“Yang harus jadi skala prioritas itu program yang menyangkut keselamatan jiwa masyarakat, misalnya di dekat saya ada dua rumah yang hampir terbawa longsor, BPBD hanya baru kasih terpal, belum di lokasi lain. Saya kira 15 isu strategis yang dibuat Pemda sudah bagus, tapi aplikasinya banyak program yang tidak relevan,” terang Endin.

Menurut Endin, sebaiknya Bupati harus segera melakukan evaluasi. Pejabat yang tidak bisa menerjemahkan isu strategis sebaiknya diganti saja.

“Untuk akuntabilitas dan transparansi, revitalisasi taman raflesia ini harus segera diaudit oleh BPK atau pengawas BPKP dan dipublis ke publik. Karena Ciamis pernah punya sejarah kelam yang memakan banyak korban gara-gara pembangunan taman. Yakni pembangunan Lokasana yang berakhir di meja hijau,” pungkasnya. Ferry/Nolduanews

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: