Situs Batu Panjang di Ciamis yang Masih Misteri, Diduga Lebih Tua dari Gunung Padang

0
53 views
Situs batu panjang yang Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri. Foto: Ayu/Ndn

Ciamis – Para wisatawan tentunya sudah tidak asing dengan situs Gunung Padang, Cianjur, dimana terdapat batu-batu peninggalan jaman pra sejarah. Situs batu panjang yang ada di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri, Ciamis hampir mirip dengan situs Gunung Padang Cianjur. Bentuknya seperti batu panjang dan bersusun tetapi sampai saat ini keberadaannya masih menyimpan misteri.

Oleh warga setempat, lokasi yang merupakan hutan pinus milik Perhutani ini dikenal dengan situs budaya batu panjang. Setiap akhir pekan, banyak warga yang berkunjung ke situs batu panjang. Terutama dari luar daerah seperti Majalengka dan Cirebon. Karena letaknya berada di perbatasan Ciamis-Majalengka.

Untuk menuju ke situs budaya batu panjang ini sangat mudah, karena letaknya berada tidak jauh dari jalur alternatif Sukamantri – Majalengka. Wisatawan cukup memarkirkan kendaraan dipinggir jalan dekat warung. Kemudian hanya berjalan kaki sekitar 50 meter sudah sampai tujuan.

Suasana disekitar situs batu panjang sangat cocok menjadi sebuah tempat wisata. Situs ini dikelilingi hutan pinus. Udaranya sejuk karena berada di pegunungan.

Batu-batu tersebut ada yang berdiri, tertidur, berdiri dengan menyilang dengan batu lain dan tersusun rapih di satu area, ada juga beberapa batu berbentuk lonjong dan pipih. Sementara sisanya banyak batu panjang yang berserakan dan jaraknya cukup jauh dari satu area itu. Jumlah batu panjang yang ada sekitar ratusan.

Bentuk batu-batu di situs Batu Panjang hampir mirip dengan batu-batu di situs Gunung Padang, Cianjur. Hanya, perbedaannya pada ukuran batu di sedikit berbeda. Jika di Gunung Padang semua batu hampir berukuran sama, berukuran 60 sentimeter dan tebal 20 sentimeter serta bentuknya yang persegi. Sedangkan di situs Batu Panjang, batu persegi lima, panjang serta ukurannya berbeda-beda. Bahkan ada juga yang tidak panjang.

Sementara itu, Juru Kunci Situs Budaya Batu Panjang Sahidi (65) menuturkan sejak ia masih kecil dan ayahnya juru kunci, batu itu sudah tersusun rapi dan tidak ada yang berubah. Bahkan sebelumnya ada satu batu panjang yang menggantung pada akar pohon beringin. Namun karena akarnya mati sehingga batu itu jatuh.

“Yang berkunjung kesini lumayan banyak, apalagi kalau hari Minggu, biasanya kebanyakan dari daerah Majalengka dan Pantura. Kalau dari Ciamis sendiri malah jarang yang kesini,” ungkap Sahidi saat ditemui di lokasi.

Sahidi mengaku sejauh ini belum ada pengelolaan serius dari pemerintah ataupun instansi terkait untuk pengelolaan situs ini. Padahal, menurutnya bila situs ini dikelola dengan baik maka bisa menjadi salah satu potensi wisata.

“Jika sejarahnya lebih diteliti lagi, dikelola dan ditata, ini bisa menjadi salah satu wisata sejarah atau wisata budaya terutama untuk para pelajar,” tandasnya. (Ayu/NolduaNews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here