Terkait Klaim Dukungan 162 PD Partai Golkar Dukung Iing, Titi Diminta Bertanggungjawab

Sejumlah PK Golkar Kabupaten Ciamis saat Melaporkan dugaan Pemalsuan Surat Dukungan PD kepada salah seorang Balonbup ke Polres Ciamis. Foto : Ferry Ramdhani**

CIAMIS – Pernyataan Fungsionaris DPD Partai Golkar Ciamis yang juga Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Hj. Titi Sutiana Khotim yang menyatakan ada 162 Pengurus Desa Partai Golkar yang mendukung secara tertulis kepada Bakal Calon Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin diminta untuk bertanggungjawab dan membuktikannya secara fisik. Karena hasil Pleno diperluas yang dilaksanakan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis, dukungan PD ke Balonbup, H. Iing hanya 37 PD.

Hal tersebut dinyatakan oleh juru bicara 23 Pengurus Kecamatan Partai Golkar se kabupaten Ciamis, Dede Suwarno yang juga ketua PK Golkar kecamatan Purwadadi, sabtu (30/09) saat mendatangi Mapolres Ciamis guna melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dukungan dari beberapa Pengurus Desa Partai Golkar kepada Balonbup Ciamis, H. Iing Syam Arifien.

Kata Dede, dukungan suara yang sah telah disampaikan oleh PK dan PD Partai Golkar saat pleno diperluas di DPD Partai Golkar Kabupaten Ciamis beberpa waktu lalu. Hasilnya saat itu, dukungan kepada Balonbup H. Iing Syam Arifien hanya 37 Pengurus Desa, sementara sisanya, 228 PD mendukung H. Herdiat.

“Merujuk pada Juklak No 06 tahun 2016. Tahapan dukungan kepada Balonbup Ciamis dimulai dari hasil Musyawarah Desa, dilanjutkan dengan Rapat Pleno diperluas di Tingkat Kecamatan. Dan hasilnya dibawa ke pleno diperluas tingkat kabupaten. Saat itu Hasilnya sudah jelas, bahkan telah dipublikasikan diberbagai media. Tapi anehnya masih ada Fungsionaris Partai Golkar yang masih mencari dukungan ke bawah” kata Dede

Dede meminta kepada siapapun untuk tidak melakukan intervensi terhadap keputusan yang sudah disahkan lewat Sidang Pleno. Karena tahapan dukungan untuk Balonbup Ciamis secara struktural sudah selesai. Saat itu sekitar 80 % dukungan mengusung H. Herdiat Sebagai Bupati Ciamis.

“Jangan ada lagi gerakan apapun. Jangan ada lagi Propokasi maupun opini yang menimbulkan perpecahan dan jangan ada lagi yang menciptakan konflik di tubuh Partai Golkar. Keputusan sudah sah. Mari bersaing secara sehat” harap Dede.

Dede bahkan mengancam akan melaporkan Titi kepada aparat penegak hukum dengan dugaan melakukan kebohongan publik, sehingga bisa dijerat dengan UU ITE pasal 28 ayat 1 dengan ancaman pidana 6 tahun penjara atau denda maksimal 1 milyar.  jika dia tidak bisa menyampaikan bukti  klaimnya, 162 dukungan tertulis dari PD.(Aep/Nolduanews.com)