Tiga Pelaku Pembakar Bendera HTI di Garut Minta Maaf

0
6 views
pembakaran bendera di garut

GARUT: Kasus pembakaran bendera di Garut terus berlanjut, kali ini tiga anggota banser yang diduga membakar bendera pada peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Limbangan Kabupaten Garut Senin (22/10/2018) meminta maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia.  Permintaan maaf itu disaksikan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna dan dihadiri puluhan wartawan lokal dan nasional.

“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, apabila kejadian itu membuat tak nyaman. Tapi sebagai orang Islam saya tahu bahwa membakar kalimat tauhid itu salah, yang saya bakar simbol HTI,” kata salah satu dari ketiga orang yang diduga pelaku pembakaran bendera.

Kepada wartawan mereka menjelaskan, bahwa aksi pembakaran tersebut tak direncanakan dan bukan arahan dari Ketua DPC GP Ansor Garut Dr H Abdullah Badar MSi. Namun merupakan respon spontan dan tidak ada kaitannya dengan kebijakan PC Ansor Garut.

Aksi pembakaran bendera pada peringatan hari santri sendiri, menurut mereka, dilakukan karena ada simbol organisasi HTI yang telah dilarang pemerintah. “Bendera yang kami bakar itu bukan kalimat tauhid tapi bendera terlarang milik organisasi yang dibekukan pemerintah. Kita tahu bendera itu kan bendera HTI,” katanya.

Ketiga pelaku pembakaran bendera sendiri menyampaikan permintaan maaf di Mapolres Garut tanpa membuka identitas mereka. Selain itu, wajah mereka pun ditutupi masker dan media hanya diperbolehkan mengambil gambar mereka dari belakang.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan ketiga anggota banser Garut yang diduga pelaku pembakaran bendera saat ini diamankan polsis. Tujuannya untuk menjaga situasi kondusif Kabupaten Garut dan Indonesia. Polisi terus melakukan proses hukum.

Ketiga terduka pelaku itu statusnya belum jelas, tapi polisi berjanji akan secepatnya menetapkan status.”Paling lambat hari ini atau pukul 24.00 kami sudah bisa memutuskan status ketiga orang itu. Mudah-mudahan malam ini sebelum jam 12 sudah ada kepastian, kepastiannya seperti apa,” katanya.

Budi menjelaskan, pihaknya telah menerima tiga orang anggota masyarakat yang melaporkan kasus pembakaran bendera tersebut. “Kami sudah mengamankan alat bukti berupabaju yang digunakan, korek api dan kerak sisa pembakaran,” tandasnya.(Ferry/nolduanews.com)

Source: GN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here