Connect with us

Berita

Tradisi Bagi Hasil Pertanian Masih Dijaga Oleh Warga Jambu Handap di Pangandaran

Published

on

PANGANDARAN-Tradisi bagi hasil pertanian setelah panen masih dipelihara oleh warga didaerah Blok Jambu Handap perbatasan di Desa Bojong, Kecamatan Parigi dengan Dusun di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Tradisi ini sudah terjadi secara turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.

Tokoh pemuda Desa Cikalong Aman, 45, mengatakan sudah menjadi kebiasaan warga di daerah Blok Hambu Handap membagi hasil panen pertaniaan padi dengan hitungan 6 berbanding 1.

“Jika seorang pemilik sawah panen, biasanya melibatkan tetangga sekitar untuk membantu panen,” kata Aman.

Hasil padi yang telah ditimbang harus dibagi dengan orang yang terlibat mengikuti panen, jika hasil panen 6 Kwintal maka 1 Kwintal menjadi milik orang yang ikut panen, sebagai pengganti upah kerja.

“Secara ekonomi perhitungan tersebut lebih menguntungkan kepada orang yang membantu panen dibandingkan jika dinominalkan upah buruh satu hari Rp.70 ribu,” ujar Aman.

Pemilik sawah mengaku tidak merasa rugi dengan bagi hasil tersebut, karena tradisi tersebut merupakan budaya turun temurun yang dipake sebagai pedoman bermasyarakat.

“Tradisi bagi hasil pertanian tersebut bermula dari sebuah sejarah Babad Jambu Handap yang menceritrakan pertempuran antara Eyang Jongkrang alias Sabda Jaya penguasa daerah Jambu Handap dengan enam orang pasukan dari Kerajaan Sukapura,” papar Aman.

Menurut sejarahnya, ke enam pasukan dari Kerajaan Sukapura ingin menguasai daerah Jambu Handap, namun waktu itu Eyang Jongkrang mempertahankannya sehingga terjadilah pertempuran.

“Pertempuran terjadi di lokasi Jambu Handap yang pada waktu itu lokasinya terdapat tiga perbukitan, ke tiga perbukitan itu hancur karena ke enam orang pasukan dari Kerajaan Sukapuran dan Eyang Jongkrang mengadu ilmu dan mengeluarkan kesaktiannya masing-masing,” jelas Aman.

Sementara Juru Kunci Jambu Handap Aki Ceceng, 67, mengatakan, setelah ke tiga perbukitan itu hancur dijadikan lahan pertanian sawah dengan luas kurang lebih 4 hektare.

“Saat pertama kali panen padi pada tahun 1200 Masehi hasil pertanian harus dibagi 6 berbanding 1, hitungan tersebut merupakan penghargaan kepada 7 orang yang telah meratakan perbukitan menjadi areal pesawahan melalui pertempuran,” kata Ceceng. (S Abdi/Nolduanews.com)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita

Di TPS 11 Bolenglang Ciamis Usai Nyoblos Warga Dapat Sekantong Cabe

Published

on

Ciamis – Selalu ada ide kreatif yang dilakukan petugas TPS guna menarik partisipasi warga untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Seperti yang dilakukan di TPS 11 Lingkungan Bolenglang, Kelurahan Kertasari, Ciamis yang membagikan sekantong cabai rawit bagi setiap warga yang telah menyalurkan hak pilihnya.

Ketua KPPS TPS 11 Irwan mengatakan cinderamata berupa sebungkus cabai ini untuk memotivasi masyarakat agar mau bercocok tanam meskipun dengan memanfaatkan lahan yang sempit sekalipun.

Irwan mengaku cabai rawit meskipun sederhana namun harus ada di setiap rumah. Dengan membagikan cabai rawit ini sekaligus sosialisasi kepada warga untuk ikut menanam. Karena penanaman mudah dan perawatannya mudah.

“Cabai rawit yang dibagikan ini semua hasil kebun dari petani binaan saya, berhubung saya bergerak di bidang pertanian. Sekarang ada momen Pemilu, hasil panen banyak jadi sekaligus berbagi,” ucapnya.

Menurut Irwan, ia menyediakan ratusan kantong ukuran kecil cabai rawit, dengan jumlah lebih dari jumlah pemilih. Warga sangat antusias dengan adanya cinderamata tersebut. Setiap warga rata-rata mengambil 1-2 kantong, namun ada juga yang sampai 3 hingga 5 kantong.

“Jumlah daftar pemilih di TPS ini 219 orang, jumlah cabai yang disediakan banyak lebih dari jumlah pemilih, jadi cukup untuk semua kebagian,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga, Cece Rukmana mengaku baru kali ini ada habis nyoblos dapat cinderamata berupa sekantong cabai rawit.

“Unik dan bermanfaat tentunya. Lumayanlah dapat cabe buat masak di rumah,” pungkasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Berita

Di Ciamis, Surat Suara Tertukar Dapil

Published

on

Ciamis – Antrian masyarakat yang akan menyalurkan hak pilihnya menjadi terhambat karena surat suara warna hijau untuk DPRD kabupaten tertukar dengan dapil lain.

Di TPS 28 Lingkungan Kertahayu Kelurahan Sindangrasa Kecamatan Ciamis surat suara untuk pemilihan DPRD Kabupaten Ciamis yang seharusnya Dapil 1 tertukar dengan surat suara Dapil 6.

Awalnya tertukarnya surat suara ini pertama kali ditemukan oleh Zaenal Arifin. Sebelum melakukan pencoblosan dia meneliti dulu surat suara yang diperolehnya dari petugas TPS.

“Setelah menerima surat suara saya periksa dulu namun tidak ada nama caleg pilihan saya dan ternyata tertera dapil 6,” ujarnya.

Zaenal kemudian melaporkan kejadian tersebut ke petugas TPS. Setelah diperiksa ternyata ada sekitar 18 surat suara yang tertukar dan sudah dicoblos oleh warga.

Di tempat terpisah Ketua KPU Kabupaten Ciamis Agus Abdul Fatah membenarkan adanya laporan surat suara yang tertukar.

“Memang benar ada surat suara yang tertukar namun sudah kita atasi dengan menyuplainya dari TPS terdekat atau penyangga,” ungkapnya.

Dari pantauan Nolduanews pasca ditemukan adanya surat suara yang tertukar proses pemungutan suara tetap berjalan normal. Namin ketika surat suara Dapil 1 habis proses pemungutan suara dihentikan sementara. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Berita

Jaga Kondusifitas Jelang Pilpres dan Pileg Polres Ciamis Sasar Pos Kamling Terpadu

Published

on

Kepolisian Polres Ciamis melaksanakan kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) bersama TNI-AD Kodim 0613, KPUD Ciamis dan PPK Kecamatan Cikoneng, Sabtu (13/4). Foto: Istimewa

Ciamis – Untuk menjaga kondusifitas menjelang pelaksanaan Pilpres dan Pileg yang akan digelar dalam hitungan hari kedepan, jajaran Kepolisian Polres Ciamis dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI-AD ) dari Kodim 0613 Ciamis melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan (KKYD) dengan melakukan patroli bersama.

Salah satu kegiatannya yakni pengecekan ke Pos Kamling Terpadu dalam rangka cipta kondisi menjelang Pemilu 2019.
Pengecekan Pos Kamling Terpadu yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso antara lain mendatangi Pos Kamling Subur Makmur Desa Saguling dan Pos Kamling di Desa Kujang, Sabtu (13/4).

Dalam kesempatan ini Kapolres Ciamis menyampaikan himbauan Kamtibmas kepada masyarakat sekitar serta Kepala Desa dan Anggota Linmas setempat agar tetap siaga dan melaporkan permasalahan sekecil apapun kepada pihak kepolisian agar dapat meminimalisir terjadinya gangguan Kamtibmas.

“Alhamdullilah warga masih peduli dengan keamanan dan ketertiban di lingkunganya dengan adanya ronda malam warga yang bersinergi dengan TNI – Polri,” ungkapnya.

Selain mengecek ke pos kamling terpadu, Kapolres juga memantau salah satu PPK Cikoneng.

“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak PPK dan kita juga himbau
kepada semua anggota berkordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk memantau situasi jangan sampai ada kegiatan kampanye lagi karena sudah masa tenang,” ujarnya.

Selain itu Kapolres juga melakukan koordinasi dengan Ketua KPUD Ciamis terkait pelaksanaan pendistribusian logistik pemilu dari PPK ke PPS agar dilakukan setelah pihak kepolisian melaksanakan pergeseran pasukan ke tiap desa sehingga dapat dilakukan penjagaan apabila logistik tersebut didistribusikan.

“Cek semua logistik Pemilu agar masyarakat pada saatnya mencoblos dalam keadaan aman dan tenang,” jelasnya. (Ayu/Nolduanews)

Continue Reading

Trending

%d bloggers like this: