Bupati Herdiat Mediasi Bentrok Antar Ormas Di Sadananya Ciamis

by -

Sesepuh Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis, Joni Jalil Anwar (Foto ; Istimewa)

CIAMIS – Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya memastikan situasi di Ciamis sudah kondusif pasca bentrokan antara ormas Pemuda Pancasila PAC Sadananya dan Karang Taruna Kecamatan Sadananya yang terjadi di Desa Sadananya Kecamatan Sadananya Ciamis. Senin kemarin (25/5), sekitar pukul 17.15 WIB.

Pemerintah Kabupaten Ciamis telah mengadakan mediasi dari kedua organisasi tersebut dengan menghadirkan tokoh sesepuh Pemuda Pancasila dan Pengurus Karang Taruna Kabupaten serta kedua orang yang terlibat konflik di ruang Operation Room Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Selasa (26/5).

Herdiat menyampaikan, islah diperlukan agar menyelesaikan permasalahan perselisihan yang terjadi. Karena hal tersebut berdampak secara umum terutama kondusifitas di Masyarakat.

“Diharapkan kedua belah pihak dari kelembagaaan Pemuda Pancasila dan Karangtaruna terutama personal yang bertikai agar islah dan mengajak berfikir lebih jauh demi kepentingan masyarakat,” kata Herdiat.

Saat ini kata Herdiat, kita sedang menghadapi Covid-19, jangan sampai membuang energi berlebih dihal yang membuat perselisihan ada hal yang harus difikirkan lebih penting baik level Kabupaten maupun Nasional terkait penanganan melawan Covid-19.

“Ketidaknyamanan dan ketidak kondusifan situasi di sebuah daerah akan berdampak ke aspek lainnya terutama secara psikologi masyarakat,” ucap Herdiat.

Sementar Pengurus Karang Taruna Kabupaten Ciamis Andi Fikri menyampaikan secara personal dari AK dan organisasi menyatakan kesiapan untuk islah dengan Ab dan Pemuda Pancasila dan akan menarik Laporan yang telah dibuat ke Polres Ciamis.

“Dengan pernyataan kesiapan islah ini, kita ingin menjaga kondusifitas Kabupaten Ciamis. Permasalahan benar atau salahnya perselisihan yang terjadi kita anggap selesai, ini hanya permasalahan lokal dan perselisihan personal.

“Kita mengajak untuk rekonsialisasi dengan Pemuda Pancasila agara bisa bergandengan membangun Ciamis lebih baik, ini hanya permasalahan lokal kecamatan saja,” ucap Andi.

Sekretaris Karang taruna Kabupaten Ciamis Ega Anggara, membenarkan hal tersebut, kejadian ini benturan hanya di satu kecamatan. Namun karena medsos menimbulkan fanatisme organisasi sehingga sulit membendung mobilisasi massa.

“Telah dilakukan mediasi di Polres Ciamis dan telah mengarah islah dan perselisihan ini tidak menyeluruh terkait konfliknya hanya pesonal dan skup lokal saja,” ujarnya.

“Saya mengapresiasi respon pemerintahan yang sigap memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak sebagi upaya menyelesaikan permasalahan secara cepat,” tambah Ega.

Sesepuh Pemuda Pancasila Kabupaten Ciamis Joni Jalil Anwar, menuturkan pihaknya akan meredam para anggota Pemuda Pancasila agar tidak menimbulkan gejolak kembali diantara kedua belah pihak. Kita akan upayakan dengan komunikasi secara baik.

“Secara organisasi kita belum bisa memutuskan atau menyatakan kebijakan islah mengenai permasalahan perselisihan kemarin, kita akan kedatangan perwakilan dari Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Jawa Barat besok Rabu 27 Mei 2020 untuk merundingkan menanggapi persoalan yang telah terjadi,” tutur Joni. (Ferry/nolduanews)