Apa Itu Tanbih TQN PP SURYALAYA ?

by -

Apa Itu Tanbih TQN PP SURYALAYA ?

Tepat 65 Tahun yang lalu, pada 13 Februari 1956 di sebuah Pondok Pesantren di Jawa Barat terdapat seorang Ulama muda yang menerbitkan sebuah nasihat fenomenal dari Ayahanda sekaligus gurunya.

Beliau adalah Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin (Abah Anom) seorang Ulama muda yang meneruskan kiprah gurunya Syekh Abdullah Mubarok (Abah Sepuh) sebagai Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya.

Nasihat yang dimaksud di atas adalah Tanbih yang merupakan nilai-nilai luhur yang mesti diamalkan setiap Ikhwan TQN PP Suryalaya dalam kehidupan sehari hari. Termasuk hubungan ikhwan terhadap Agama-Negara.

Tanbih sendiri saat ini telah membimbing ribuan bahkan jutaan murid yang mengamalkan ajaran TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Di dalam Tanbih terdapat poin-poin nilai yang menentukan sikap kita dalam bermasyarakat.

Diantaranya diringkas oleh Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul (Abah Aos) Mursyid TQN PP Suryalaya ke 38 kedalam 9 pilar peradaban dunia:

1.       Kepada yang lebih tinggi harus hormat,
2.       kepada sesama jangan bertengkar,
3.       kepada yang lebih rendah jangan menghina,
4.       kepada fakir miskin harus kasih sayang,
5.       jangan benci kepada ulama yang sezaman,
6.        jangan memeriksa ajaran orang lain,
7.       jangan memeriksa murid orang lain,
8.       jangan berubah sikap meskipun disakiti oleh orang lain, dan
9.       Mesti menyayangi orang yang membenci.

Tanbih sendiri juga mengajarkan nilai-nilai toleransi. Karena di dalamnya disebut berulang ulang kalimat Agama dan Negara sebanyak 7 kali.

Yang harus diperhatikan disini adalah dalam penyebutan Agama tidak pakai Islam dan Negara tidak pakai Indonesia. Yang artinya Tanbih mengajarkan kita untuk toleransi tanpa melihat apa Agamanya dan dari mana dia berasal.

Di dalamnya juga terukir ayat Al-Quran tentang toleransi yang sangat populer yakni surat Al-Kafirun ayat 6 yang artinya “Agamamu Untuk kamu, Agamaku Untuk aku”.

Ya itulah Tanbih. Nasihat yang mengajarkan nilai-nilai Agama, Negara, dan Sosial. Mengajarkan kita bahwa sebagai manusia, kita adalah Makhluk yang paling mulia berdasarkan Surat Al-Isra ayat 70.

Sumber Gramho.com Sema_stidsirnarasa