Berwisata Ke Pangandaran? Ini Prokesnya

by -

Berwisata Ke Pangandaran? Ini Prokesnya

Pangandaran – Pandemi covid 19 hampi setahun melanda dunia. Keberadaan objek wisata diberbagai daerah sempat ditutup menghindari penularan masif, tak terkecuali di kabupaten Pangandaran.

Kini Pemerintah Kabupaten Pangandaran tetap membuka sejumlah objek wisata dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Setidaknya ada lima objek wisata yang dikelola dan dibuka untuk umum saat ini yaitu Pantai Karapyak, Pantai Pangandaran, Pantai Batu Hiu, Pantai Batukaras dan Green Canyon.

Namun begitu Pemkab Pangandaran menerapkan prokes secara ketat dengan keluarnya Instruksi Bupati Pangandaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pengetatan Wilayah di Kabupaten Pangandaran yang ditandatangani pada tanggal 10 Februari 2021.

Ada beberapa item yang mengatur tentang kepariwisataan di Kabupaten Pangandaran yang mengikat pada para pelaku, pemangku kepentingan parwisata yaitu :

a. Pelaku usaha parwisata wajib menandatangani surat pernyataan kesiapan protokol kesehatan serta pola hidup bersih dan sehat, Apabila tidak menandatangani pernyataan, maka peiaku usaha wisata tidak diperbolehkan melakukan aktifitas usaha.

b. Pelaku usaha hotel menerima tamu maksimal 50% dari kapasitas jumlah kamar dan kapasitas tamu disetiap kamar.

c. Tidak memberikan izin untuk membuka wisata perkotaan di ruang tertutup seperti Tempat Karaoke, Tempat Hiburan Malam, dan di Tempat Pijat SPA.

d. Perahu pesiar atau perahu wisata digunakan maksimal 6 orang.

e. Rental goes atau odong-odong digunakan maksimal 3 orang.

f. Sewa sepeda, sepeda motor dan ATV digunakan hanya untuk 1 orang.

g. Penggunaan ban dan boogie digunakan hanya untuk 1 orang.

h. Olahraga air atau watersport digunakan maksimal 50% dari kapasitas normal.

i. Wisata bodyrafting dan snorkeling memperhatikan ketentuan physical distancing.

j. Jetski hanya digunakan oleh 1 orang
.
k. Wisata kuda digunakan oleh 1 orang.

l. Becak wisata digunakan oleh 1 penumpang.

m. Pelaku usaha yang tidak mentaati ketentuan pada Surat Edaran im akan dikenakan sanksi sesual dengan peraturan perundang-undangan.

Untuk pelaku perjalanan dan/atau wisatawan dari luar Kabupaten Pangandaran yang akan memasuki wilayah Kabupaten Pangandaran harus memenuhi ketentuan sebagai benkut :

a. Bertanggung jawab atas kesehatan masing-masing, serta tunduk dan patuh terhadap syarat dan ketentuan yang berlaku.

b. Dihimbau membawa Rapid Antigen dan/atau Test Swab (PCR) yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

c. Anak anak dibawah usia 5 tahun tidak diwajibkan melakukan Rapid Antigen dan/atau Test Swab (PCR) sebagai syarat perjalanan.

d. Menerapkan protokol kesehatan 5 M (Memakai masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun, Membatasi Mobilitas/ Interaksi dan Menjauhi Kerumunan).

e. Rombongan wisatawan/kendaraan umum 50% dari kapasitas tempat duduk kendaraan .

Instruksi ini dikeluarkan sebagai upaya pencegahan dan penangannan virus corona 19 secara terencana, sistematis dan terkendali di Kabupaten Pangandaran.(01/Nolduanews)