Miliki Kekurangan Fisik, Pria Banjaranyar Ini Tekuni Kerajinan Anyaman Bambu

by -

Miliki Kekurangan Fisik, Pria Banjaranyar Ini Tekuni Kerajinan Anyaman Bambu

Ciamis – Meskipun memiliki kekurangan fisik pada kakinya, Raswan (47) atau yang biasa dipanggil Wawan, tetap tekun menjalani profesinya sebagai seorang pengrajin Gerabah / Alat-alat dapur dari Anyaman Bambu.

Menurut warga Dusun tanjung, RT/RW 28/05, Desa Tanjungsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis tersebut, ia harus memiliki ketekunan meskipun ia memiliki kekurangan di kakinya.

Dengan memiliki suatu kekurangan di kakinya sejak lahir, membuatnya harus berjalan menggunakan tongkat.

Saat Reporter Nolduanews.com mendatangi kediamannya, ia mengatakan, kekurangan harus dimanfaatkan menjadi suatu kelebihan.

Dalam pengerjaannya, menurut pria asal Ciamis ini ia kerjakan sendiri. Mulai dari menebang bambu, memotong, menganyam sampai penjualan.

Raswan mengatakan semua hasil karya kerajinan tersebut tanpa dibantu orang lain. Pembuatan Gerabah tersebut sudah ia tekuni sejak tahun 1990.

“Saya tidak punya anak istri, saya disini tinggal bersama orang tua saya dan tidak pernah mengandalkan bantuan orang lain dalam pekerjaan ini,” ujar Raswan, Rabu (17/2/2021).

Di masa pandemi Covid-19 tidak mempengaruhi jumlah pemesanan dan penjualan kerajinan gerabah bambu miliknya.

“Pembeli biasanya datang langsung, apalagi orang-orang kampung di sini sudah pada tahu. Untuk hasil tidak menentu, kadang ada yang pesan banyak, kadang sedikit, jadi pendapatan dalam sebulan kisaran Rp. 500.000,” ungkapnya.

Harga satuannya, kata Raswan, untuk Nyiru / alat menampi beras, Rp. 30.000, Bakul ada yang 20.000 – 30.000 dan Sair Bambu harganya 30.000.

“Untuk modalnya, itu dari saya sendiri tanpa ada bantuan pemerintah,” pungkasnya. (Kayan Manggala/nolduanews)